Kabar BUMN - Tahun Baru Imlek merupakan salah satu perayaan terbesar bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Selain tradisi seperti angpao, barongsai, dan jamuan makan keluarga, ada satu elemen yang selalu identik dengan perayaan Imlek: warna merah dan emas.
Tidak hanya sekadar estetika, kedua warna ini memiliki arti dan filosofi mendalam yang berakar pada budaya dan kepercayaan masyarakat Tionghoa.
Baca Juga: Sejarah dan Fakta Menarik Angpau, Amplop Merah yang Selalu Dinantikan di Hari Imlek
Warna Merah: Simbol Keberanian dan Kebahagiaan
Warna merah adalah elemen yang paling dominan selama perayaan Imlek.
Mulai dari dekorasi rumah, pakaian, hingga amplop angpao, semuanya didominasi oleh warna merah yang cerah.
Baca Juga: Garuda Indonesia Group Siapkan 68 Penerbangan Ekstra untuk Libur Imlek dan Isra Mi'raj
Dalam budaya Tionghoa, merah melambangkan kebahagiaan, keberuntungan, dan semangat hidup.
Menurut legenda, warna merah dipercaya mampu mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan.
Hal ini berkaitan dengan cerita tentang Nian, makhluk mitologi yang kerap mengganggu desa-desa saat pergantian tahun.
Baca Juga: Rayakan Imlek dengan Gaya, Ini Spot Foto Hidden Gem di TMII yang Wajib Dikunjungi
Penduduk desa menemukan bahwa makhluk ini takut pada warna merah, sehingga mereka menghias rumah dan menyalakan petasan untuk mengusirnya.
Hingga kini, warna merah tidak hanya menjadi simbol kebahagiaan tetapi juga keberanian dan perlindungan.