2. Hias rumah, bakar dupa bakhoor
Selain menghias rumah, saat Idul Fitri warga Arab Saudi akan membakar dupa bakhoor.
Ini dupa aromatik khas Timur Tengah yang sudah menjadi tradisi ratusan tahun lalu.
Dupa bakhoor terbuat dari kayu aromatik dan minyak esensial.
Baca Juga: Lebaran 2025 di TMII: Gratis Masuk, Diskon Kendaraan, dan Fasilitas Baru
Aromannya tajam dan tahan lama sehingga membuat seluruh ruangan menjadi harum.
Selain itu, lagu-lagu tradisional Idul Fitri selalu diputar.
Salah satu lagu legendari adalah Ya Leilet El Eid yang dinyanyikan Umm Kulthum.
Baca Juga: Kue Kering Indonesia yang Diadopsi dari Belanda, Biasa Disajikan di Hari Raya, Termasuk Idul Fitri
3. Sembahyang jam 5 pagi
Idul Fitri di Arab Saudi sudah dimulai sebelum jam lima pagi.
Setelah bangun pagi masyarakat setempat akan menikmati kopi Arab dan berangkat ke masjid.
Diawali dengan sholat subuh jam lima, setelah itu dilanjutkan sholat Idul Fitri.
Usia sembahyang dilanjutkan dengan saling bersalam-salaman.
4. Berkumpul bersama keluarga
Puncak perayaan Idul Fitri tentu saja dengan menikmati hidangan khas Idul Fitri.
Tradisi memberikan uang lebaran juga berlaku di Arab Saudi.
Anak-anak selalu mendapat sebungkus permen dan uang eidiya (sebutan untuk uang Idul Fitri).