Kabar BUMN - Mendaki Gunung Everest selalu menjadi simbol petualangan dan tantangan ekstrem.
Namun di balik keindahannya, ada risiko besar yang ditanggung para Sherpa dan pendaki.
Kini, teknologi drone hadir membawa harapan baru untuk mengurangi bahaya dan meningkatkan efisiensi dalam ekspedisi ke atap dunia ini.
Transformasi Peran Drone dalam Pendakian
Musim pendakian tahun 2025 menjadi saksi peran penting drone dalam logistik dan keselamatan di Everest.
Dengan kemampuan menempuh jarak 2,9 km antara Base Camp dan Camp One dalam hanya tujuh menit, drone telah menggantikan perjalanan berat Sherpa yang biasanya memakan waktu hingga tujuh jam.
Baca Juga: Lokasinya di Bekasi, Tapi Tempat Makan Legendaris Ini Sajikan Kuliner yang Autentik Betawi
Perlengkapan seperti tangga, tali, tabung oksigen, hingga obat-obatan kini bisa dikirim dengan cepat dan aman ke titik-titik krusial.
Menjawab Tantangan Medan Ekstrem
Meski potensinya besar, mengoperasikan drone di lingkungan Everest bukan perkara mudah. Udara tipis, suhu beku, dan cuaca tak menentu menjadi hambatan utama.
Selain itu, biaya operasional juga tinggi—dari pembelian drone seharga puluhan ribu dolar hingga kebutuhan bahan bakar untuk mengisi daya baterai karena ketiadaan listrik di Base Camp.
Namun, setelah sebulan pengujian medan, tim dari Airlift Technology berhasil mengatasi berbagai kendala tersebut.
Meringankan Beban Fisik dan Mental Sherpa
Baca Juga: Tahun Ini, PTPN IV Regional III Siapkan 800 Ribu Bibit Sawit Unggul Bersertifikat
Para Sherpa seperti Dawa Janzu, yang bertugas di jalur berbahaya seperti Khumbu Icefall, merasakan langsung manfaat kehadiran drone.