Kabar BUMN - Pameran fotografi bertema “Sing Penting Madhang” masih bisa kamu kunjungi hingga 8 Mei 2025 di Gedung GIK Yogyakarta.
Acara yang diselenggarakan oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) ini mengajakmu menelusuri realitas sosial dan perjuangan hidup masyarakat lewat sudut pandang jurnalis foto.
Dengan pendekatan yang kuat secara visual, kamu akan diajak menyelami makna yang lebih dalam dari sekadar kebutuhan makan.
Baca Juga: Awal Tahun 2025, Pendapatan Konsolidasi Telkom Capai Rp36,6 Triliun
Potret Kehidupan dalam Lensa Jurnalis
Sebanyak 126 karya foto dari 25 anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta dipamerkan dalam gelaran ini. Masing-masing foto menyampaikan cerita, fakta, dan emosi dari masyarakat yang terus berjuang dalam berbagai sisi kehidupan.
Lewat pameran ini, publik diundang tidak hanya untuk melihat gambar, tetapi juga merasakan pesan yang tersirat di baliknya.
Baca Juga: Menyibak Keindahan dan Legenda Danau Sentani, Destinasi Budaya Khas Jayapura
Refleksi Sosial dari Tema Sederhana
Meski terdengar ringan, frasa “Sing Penting Madhang” ternyata mengandung makna yang luas dan dalam.
Tema ini menjadi jembatan untuk menggambarkan kompleksitas kehidupan masyarakat kecil, dari ekonomi, politik, budaya, hingga perjuangan bertahan hidup di era yang tak selalu ramah.
Baca Juga: DAMRI Hadirkan Promo Twindate 5.5, Dorong Akses Transportasi dan Logistik Lebih Terjangkau
Frasa ini juga mencerminkan semangat dan ketahanan yang tumbuh dari kebutuhan paling mendasar: makan.
Lokasi yang Sarat Makna
Gedung GIK yang menjadi lokasi pameran punya kenangan tersendiri bagi salah satu penyelenggara, Dwi Oblo Prasetyo.
Sebagai tempat di mana ia tumbuh saat masih kuliah, menggelar pameran di tempat ini menjadi bentuk penghormatan terhadap proses dan perjalanan panjangnya sebagai pewarta foto.