Dinamakan “mercon” karena rasa pedasnya yang meledak di mulut.
Oseng-oseng Mercon dibuat dari daging sapi dan tetelan yang dimasak dengan cabai rawit melimpah.
Kuliner ini cocok bagi yang menyukai sensasi ekstrem. Coba datang ke Oseng Mercon Bu Narti di kawasan KR.
Baca Juga: Pantai-pantai di Yogyakarta yang Teduh, Suasananya Rindang karena Banyak Ditumbuhi Pepohonan
6. Sego Kucing Angkringan, Simbol Kuliner Rakyat
Tak lengkap rasanya tanpa mampir ke angkringan.
Sego kucing adalah nasi porsi kecil dengan lauk sederhana seperti sambal teri atau tempe, dibungkus daun pisang.
Dinikmati bersama wedang jahe atau teh manis hangat, kuliner ini menghadirkan suasana khas Jogja yang akrab dan bersahaja.
7. Tiwul dan Gatot, Cita Rasa Tradisional yang Autentik
Berbahan dasar singkong, Tiwul dan Gatot adalah makanan tradisional yang dulu identik sebagai pengganti nasi.
Kini, keduanya kembali populer sebagai camilan khas yang legit dan mengenyangkan. Anda bisa menemukannya di pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo.
Baca Juga: Mengunjungi Air Terjun Tertinggi di Yogyakarta, Air Terjun Sidoharjo