ragam

Modal Jepret Digaji Dollar! Begini Cara Jual Foto di Shutterstock untuk Pemula

Jumat, 23 Mei 2025 | 21:00 WIB
Ingin cuan dari hobi fotografi? Simak cara mudah jual foto di Shutterstock untuk pemula, cukup modal jepret bisa digaji dolar! (Freepik/cookie_studio)

Kabar BUMN - Punya hobi fotografi? Sekarang saatnya ubah passion jadi penghasilan.

Dengan hanya bermodal kamera atau bahkan smartphone, kamu bisa menjual hasil jepretanmu ke platform internasional seperti Shutterstock dan dibayar dalam bentuk dolar.

Gak perlu jadi fotografer profesional dulu kok, asal foto kamu berkualitas dan punya nilai visual, peluang cuan terbuka lebar!

Baca Juga: Pertamina Latih 30 UMKM Binaan agar Siap Tembus Pasar Global

Berikut ini panduan lengkap cara menjual foto di Shutterstock, cocok banget buat pemula yang mau mulai dari nol.

1. Daftar sebagai Kontributor Shutterstock

Langkah pertama tentu saja membuat akun di situs resmi Shutterstock melalui halaman submit.shutterstock.com. Pilih opsi untuk mendaftar sebagai contributor.

Baca Juga: Minimalkan Risiko Hukum dan Tingkatkan Kepatuhan, Nindya Karya Sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah

Isi data diri yang diminta, lalu verifikasi melalui email yang dikirimkan. Setelah akun aktif, kamu bisa mulai mengunggah karya fotomu untuk dikurasi.

2. Siapkan Karya Foto Terbaikmu

Sebelum mengunggah, pastikan fotomu tajam, tidak buram, dan bebas dari noise berlebih.

Baca Juga: Menjelajah Sabana Ala Afrika di Jawa Timur, Ini Info Lengkap Wisata TN Baluran

Shutterstock juga sangat memperhatikan aspek legal seperti hak cipta, jadi hindari foto yang mengandung logo brand, wajah orang tanpa izin, atau properti pribadi tanpa model/property release. Format file yang diterima umumnya JPEG dengan resolusi minimal 4 MP.

3. Unggah dan Isi Deskripsi dengan Akurat

Setelah memilih foto yang akan dijual, unggah melalui dashboard kontributor. Kamu akan diminta menambahkan judul, deskripsi, dan keyword yang relevan.

Pastikan informasi ini jelas dan sesuai agar fotomu mudah ditemukan oleh pembeli. Gunakan bahasa Inggris, ya, karena target pasarnya internasional.

Baca Juga: Bank Mandiri Jangkau 200 Keluarga Risiko Stunting di Keerom Lewat Program Sahabat Desa

Halaman:

Tags

Terkini