Kabar BUMN – Kirab malam 1 Suro di Kota Solo bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sebuah prosesi sakral penuh nilai budaya dan spiritual.
Peringatan malam Tahun Baru Jawa ini digelar oleh Keraton Surakarta dengan rangkaian ritual yang sarat makna, termasuk arak-arakan Kebo Kyai Slamet, kerbau bule keramat yang menjadi ikon kirab.
Bagi kamu yang ingin ikut merasakan suasana khidmat malam 1 Suro, ada beberapa hal penting yang wajib kamu ketahui sebelum ikut kirab.
Bukan hanya soal aturan tak tertulis, tapi juga tentang etika, makna hingga larangan yang perlu dihormati.
Baca Juga: Keutamaan Puasa Sunnah 1 Muharram, Niat, dan Tata Cara Pelaksanaannya
1. Ini Bukan Festival, Tapi Prosesi Sakral
Meskipun banyak wisatawan berdatangan, kirab malam 1 Suro bukanlah tontonan biasa.
Ini adalah ritual spiritual bagi Keraton Surakarta dan masyarakat Jawa.
Suasana hening dan khusyuk sangat dijaga selama kirab berlangsung.
Maka, pengunjung tidak diperkenankan tertawa terbahak, bersorak, atau bersikap ramai.
Baca Juga: 4 Kuliner Khas Melayu Riau dengan Rasa Gurih dan Pedas yang Menggiurkan
2. Tapa Bisu: Diam Sepanjang Prosesi
Kirab dilakukan dengan tradisi tapa bisu, di mana para peserta berjalan tanpa berbicara, makan, minum, bahkan merokok.
Ini adalah bentuk laku spiritual yang mencerminkan kontemplasi dan penghormatan terhadap waktu pergantian tahun.