Kabar BUMN - Di perayaan hari Kemerdekaan RI pasti digelar perlombaan, terutama balap karung.
Bahkan di perayaan 17 Agustus di lingkungan eksklusif, balap karung tidak pernah ditinggalkan.
Balap karung sendiri sudah dimainkan sejak zaman Belanda.
Ini beberapa fakta tentang balap karung.
Baca Juga: 3 Pantai di Singkawang, Tempat Sempurna Menyaksikan Matahari Terbenam
1. Acara perayaan di sekolah Belanda
Tidak ada catatan pasti kapan balap karung muncul. Beberapa hanya menyebut asalnya dari Betawi.
Nama balap karung diperkirakan pertama digunakan di daerah Kebayoran, Jakarta.
Namun bisa dipastikan balap karung sudah dimainkan sejak zaman penjajahan belanda.
Ini awalnya dimainkan anak-anak umur 6-12 tahun pada perayaan di sekolah-sekolah Belanda.
Baca Juga: Meriahkan Akhir Pekanmu di Pameran Flora dan Fauna 2025, Gratis dan Penuh Edukasi!
2. Mudah ditemukan
Karung goni digunakan untuk media permainan karena zaman dulu mudah ditemukan dan murah.
Karung goni yang digunakan berukuran 50 gram.
Karena sekarang sulit menemukan karung goni, orang sering menggantinya dengan material lain.
Ada juga yang sengaja membuat karung khusus dari kain.
Baca Juga: Tempat Makan Legendaris di Singkawang dengan Kualitas Hidangan Terbaik