ragam

Dari Gedung Sate hingga Penjara Banceuy, Inilah Wisata Sejarah Kemerdekaan di Bandung

Jumat, 15 Agustus 2025 | 22:00 WIB
Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. (bandung.go.id)

Baca Juga: Rayakan HUT ke-80 RI, Pertamina Bagikan Seribu Seragam Sekolah untuk Anak-anak di Cilincing

Gedung Sate

Ikon Kota Bandung ini memiliki ciri khas menara dengan ornamen menyerupai tusuk sate. Dibangun pada 1920 oleh arsitek Belanda Ir. J. Gerber, gedung bergaya Indo-Eropa ini awalnya digunakan sebagai kantor Departemen Pekerjaan Umum.

Nama uniknya berasal dari sebutan warga yang kesulitan menyebut nama aslinya dalam bahasa Belanda.

Baca Juga: Hutama Karya Rampungkan Tol IKN Seksi 3A, Percepat Perjalanan Balikpapan–IKN Jadi Hanya Satu Jam

Museum Pos Indonesia

Museum ini berdiri di kompleks Gedung Sate dan menyimpan koleksi prangko serta benda pos bersejarah.

Berdiri sejak 1931 pada masa Hindia Belanda, museum ini sempat tak terurus pasca Perang Dunia II, sebelum akhirnya diresmikan kembali pada 1983 dan berganti nama menjadi Museum Pos Indonesia pada 1995.

Baca Juga: Candramaya Pool and Resort, Tempat Wisata di Klaten yang Tawarkan Nuansa Ala Bali

Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat

Berada di Jalan Dipatiukur, monumen ini berbentuk bambu runcing yang berpadu gaya modern.

Diresmikan pada 1995, di dalamnya terdapat tujuh diorama yang menggambarkan peristiwa penting seperti Bandung Lautan Api, Perundingan Linggarjati, hingga Konferensi Asia Afrika.

Baca Juga: Ungkapan Kegembiraan atas Perayaan HUT Kemerdekaan, INALUM Serahkan Bantuan Kepada Veteran RI

Goa Belanda dan Goa Jepang

Terletak di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, kedua goa ini dibangun pada masa penjajahan untuk keperluan militer.

Hutan lindung seluas 590 hektare ini dibangun pada 1912 dan kini menjadi destinasi favorit wisatawan yang ingin merasakan perpaduan alam dan sejarah. ***

 

Halaman:

Tags

Terkini