Konon, tangga batu ini sudah ada sejak abad ke-19, dan dulunya digunakan sebagai jalur strategis untuk pengawasan wilayah.
Jejak arsitektur tradisional Minangkabau masih terasa, berpadu dengan cerita rakyat yang membuat kunjungan semakin berkesan.
Baca Juga: Tiket Kereta Api Rp 80.000? Ini Cara dan Syarat Mendapatkannya
Walau sempat terhenti pengembangannya akibat pandemi Covid-19, keindahan Sajuta Janjang tetap menjadikannya destinasi yang populer.
Banyak wisatawan domestik hingga mancanegara yang sudah berkunjung dan kagum dengan daya tariknya.
Dengan perhatian dan pengelolaan yang baik, bukan tidak mungkin Sajuta Janjang akan menjadi ikon baru pariwisata Sumatera Barat sekaligus membawa manfaat ekonomi untuk masyarakat sekitar.***