Baca Juga: Atmosfer Tempo Dulu di Kota Tua, Surabaya, Banyak Sudut Aestetik yang Penuh Cerita
Karena banyaknya perajin ini juga Desa Wisata Aeng Tong-tong pernah memecahkan rekor MURI.
Yakni, sebagai desa wisata dengan jumlah empu keris terbanyak di dunia.
Desa ini juga dapat penghargaan dari UNESCO.
Yaitu, sebagai satu-satunya desa wisata dengan empu keris terbanyak di dunia.
Baca Juga: Liburan Akhir Tahun di Ubud, Rencanakan Kunjungan ke Tempat-tempat Wisata Terbaiknya
Dijual ke mancanegara
Bagi masyarakat Desa Wisata Aeng Tongtong, keris bukan lagi senjata, tapi bagian dari budaya dan kearifan lokal.
Proses pembuatannya panjang. Pertama, besi berkualitas dipilih dan ditempa sesuai bentuk yang diinginkan.
Setelah itu melewati metode penghalusan.
Terakhir perajin menambah tembaga atau emas untuk diukir sesuai dengan pesanan.
Baca Juga: 4 Tempat Kuliner Terbaru di Blok M di Tahun 2025, Semuanya Viral dan Selalu Penuh Pengunjung
Ciri khas kerisnya terdapat pada ukiran yang indah, garapan keris, dan warangka (sarung) yang halus.
Setelah semua proses keris selesai barulah empu melakukan ritual pencucian keris dan ziarah ke makam leluhur.
Ritual ini sering dilaksanakan bersamaan dengan pesta rakyat dan penampilan kesenian daerah.