Kabar BUMN - Natal identik dengan banyak tradisi menyenangkan, salah satunya sosok Santa Claus.
Setiap 25 Desember, bayangan pria berjanggut putih ini muncul membawa hadiah untuk anak-anak.
Namun, siapa sebenarnya Santa Claus, dan bagaimana ia menjadi figur ikonik yang kita kenal sekarang?
Awal Mula Santa Claus: Santo Nikolaus
Santa Claus berakar dari sosok Santo Nikolaus, seorang uskup yang hidup di abad ke-4 di Myra, wilayah yang kini bagian dari Turki.
Ia dikenal karena kebaikan hati dan kemurahan kepada anak-anak serta orang miskin. Legenda mengatakan bahwa Santo Nikolaus sering memberi hadiah secara diam-diam, yang menjadi cikal bakal tradisi memberi hadiah saat Natal.
Baca Juga: Lonjakan Nataru, ASDP Jaga Distribusi Logistik Nasional Tetap Lancar
Evolusi ke Santa Claus Modern
Tradisi Santa Claus berkembang ketika imigran Belanda membawa kisah Sinterklaas ke Amerika Serikat pada abad ke-18.
Nama “Santa Claus” muncul sebagai adaptasi dari Sinterklaas. Bentuk modernnya, dengan janggut putih, pakaian merah, dan kereta luncur, mulai populer pada abad ke-19 berkat ilustrasi dan puisi yang menggambarkan sosok ceria ini.
Baca Juga: Natal Unik di Bawah Laut! Jangan Lewatkan Jadwal Santa Claus Underwater di Sea World Ancol
Pengaruh Budaya dan Media
Peran media, khususnya iklan Coca-Cola pada tahun 1930-an, memperkuat citra Santa Claus seperti sekarang: sosok ramah, gemuk, dan penuh senyum yang mengenakan pakaian merah dengan pinggiran putih.
Figur ini kemudian menyebar luas ke berbagai negara, menjadi simbol keceriaan dan semangat memberi selama musim Natal.
Baca Juga: Sambut Natal 2025, Pimpinan BULOG Pantau Harga Pangan di Pasar dan Ritel Modern
Tradisi Memberi Hadiah
Santa Claus bukan hanya simbol hiburan, tetapi juga budaya memberi hadiah. Anak-anak menulis surat dan meninggalkan kaus kaki atau sepatu untuk diisi hadiah.