Kabar BUMN – Ramadan selalu menjadi momen istimewa yang tak hanya sarat makna spiritual, tetapi juga peluang besar bagi pelaku usaha kecil menengah.
Salah satu bidang usaha yang selalu on demand di bulan puasa adalah bisnis kue kering.
Dari nastar yang klasik hingga inovasi kue kekinian, permintaan kue kering meningkat drastis menjelang Lebaran, menjadikan bisnis ini sebagai peluang emas bagi para pegiat UMKM.
Baca Juga: Mirip Venice, Phu Quoc di Vietnam Cocok untuk Nikmati Liburan Ala Italia dengan Budget Asia
Mengapa Bisnis Kue Kering Ramadan Prospektif?
Setiap Ramadan dan menjelang Idul Fitri, masyarakat mencari kue kering sebagai sajian untuk keluarga dan tamu yang berkunjung.
Selain itu, tren gifting atau memberikan hampers dengan isi kue kering juga makin populer, sehingga pangsa pasar semakin luas.
Baca Juga: Awali Ramadhan Tahun 2026 dengan Kesucian Diri, Kenali Mandi Sunnah
Langkah-Langkah Memulai Bisnis Kue Kering Ramadan
1. Riset Pasar & Pilih Produk Unggulan
Sebelum produksi, lakukan riset kecil-kecilan terhadap selera pasar di lingkungan Anda.
Apakah konsumen lebih menyukai kue klasik seperti nastar, kastengel, putri salju, atau justru kue modern dengan cita rasa baru seperti matcha atau red velvet cheese?
2. Hitung Modal & Rencana Keuangan
Buat daftar kebutuhan bahan baku seperti tepung, margarin, gula, dan topping.
Hitung modal awal versus estimasi penjualan.
Buat pula strategi harga yang kompetitif namun tetap memberikan margin keuntungan yang sehat.