ragam

5 Tradisi Ramadan di Indonesia yang Sarat Makna Kebersamaan

Jumat, 6 Februari 2026 | 11:30 WIB
Beragam tradisi Ramadan di Indonesia, mulai dari munggahan, sahur on the road, hingga berburu takjil, sarat makna kebersamaan dan toleransi. (Freepik)

Baca Juga: Rakernas PNM 2026 Perkuat Aksi Sosial, Bantuan Rp1 Miliar Mengalir ke Aceh

Sahur on the Road sebagai Wujud Kepedulian

Berbeda dari sahur di rumah, Sahur on the Road dikenal sebagai kegiatan sahur bersama di luar ruangan.

Biasanya dilakukan oleh komunitas atau anak muda dengan tujuan berbagi makanan kepada pekerja malam, tunawisma, atau masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini populer dilakukan pada dini hari selama Ramadan.

Selain mengisi waktu sahur, tradisi ini juga menumbuhkan rasa empati dan solidaritas sosial. Ramadan pun menjadi momentum untuk berbagi dan memperluas kepedulian terhadap sesama.

Baca Juga: Bio Farma Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas, Hadirkan 14 Mitra Binaan di INACRAFT 2026

Berburu Takjil Menjelang Waktu Berbuka

Menjelang azan Magrib, suasana jalanan di banyak daerah berubah lebih ramai dari biasanya.

Penjual takjil bermunculan menawarkan aneka kudapan seperti kolak, gorengan, es buah, hingga jajanan tradisional lainnya. Kegiatan berburu takjil ini sering dilakukan sambil menunggu waktu berbuka atau ngabuburit.

Tak hanya soal makanan, tradisi ini juga menjadi ajang kebersamaan bersama keluarga atau teman. Di sisi lain, meningkatnya penjualan takjil selama Ramadan turut membantu perekonomian masyarakat kecil.

Baca Juga: Hujan Datang, Badan Butuh yang Hangat, Ini Minuman Khas Nusantara Paling Pas Dinikmati

Pasang Tirai di Tempat Makan

Selama Ramadan, banyak restoran atau warung makan yang memasang tirai di bagian depan.

Kebiasaan ini bukan bagian dari ritual agama, melainkan bentuk toleransi terhadap umat Muslim yang sedang berpuasa. Dengan adanya tirai, aktivitas makan pada pagi atau siang hari tidak terlihat dari luar.

Langkah sederhana ini mencerminkan sikap saling menghormati antarumat beragama. Ramadan pun terasa lebih damai karena nilai toleransi tetap dijaga di ruang publik. ***

Halaman:

Tags

Terkini