ragam

Tidak Harus Membeli Produk, Pabrik Gong Pancasan Juga Membuka Pintu Bagi yang Ingin Tahu Sejarahnya

Rabu, 11 Februari 2026 | 15:30 WIB
Pabrik Gong Pancasan, Bogor, masih mempertahankan proses pembuatan secara tradisional. (mommynoer.wordpress.com)

Bahan baku ini uniknya membuat harga produk naik turun tergantung harga timah dan tembaga.

Untuk membuat gong, timah dan tembaga dilebur bersama-sama dan dibakar di atas arang.

Baca Juga: Tradisi Imlek yang Perlahan Mulai Hilang dan Tidak Dilakukan Lagi

Proses pembakaran dilakukan di ruangan tertutup untuk menjaga suhu tetap stabil dan api tidak kena angin.

Setelah cukup panas baru dicetak dengan bantuan cetakan tahan liat dan ditempa.

Proses penempaan dimulai dengan palu besar.

Rata-rata menghabiskan waktu sekitar dua jam sampai membentuk gong bulat.

Baca Juga: Ragam Pilihan Makanan untuk Hampers Imlek, Sarat Makna dan Membawa Keberuntungan

Zaman dulu, penyetelan suara gong hanya berdasarkan insting. Sekarang dibantu aplikasi keyboard di ponsel. (Abdullah Syamil Iskandar via kumparan.com)

Permukaan gong dirapikan dan dicek ketebalannya karena memengaruhi bunyi yang keluar.

Zaman dulu, penyetelan suara gong hanya berdasarkan insting.

Sekarang dibantu aplikasi keyboard di ponsel.

Nadanya dicocokkan dengan suara digital.

Baca Juga: Libur Lebaran 2026 Bisa Sampai 7 Hari, Ini Rincian Lengkap yang Perlu Kamu Tahu

Harga jual tergantung berat.
Dalam sehari perajin di Pabrik Gong Pancasan bisa membuat sekitar dua gong.

Gong hanya satu bagian dari satu set gamelan.

Halaman:

Tags

Terkini