3. Batasi Jumlah Konsumsi
Saat puasa, sebaiknya cukup satu cangkir kopi per hari.
Konsumsi berlebihan dapat memicu asam lambung naik, jantung berdebar, hingga gangguan tidur.
Kurang tidur tentu akan berdampak pada energi keesokan harinya saat berpuasa.
Jika biasanya minum beberapa cangkir sehari, kurangi secara bertahap agar tubuh tidak mengalami gejala putus kafein seperti sakit kepala.
Baca Juga: Ini Yang Harus Dipersiapkan Bila Mendaki Gunung di Bulan Ramadan
4. Perhatikan Jenis Kopi
Pilih kopi dengan kadar kafein lebih rendah, seperti kopi arabika, atau pertimbangkan kopi decaf (tanpa kafein).
Hindari tambahan gula berlebihan atau krimer tinggi lemak yang justru membuat asupan kalori meningkat tajam.
Kopi hitam tanpa gula dalam takaran wajar cenderung lebih aman bagi tubuh.
Baca Juga: Serasa di Turki dan India, Ini Deretan Masjid Unik di Indonesia
5. Imbangi dengan Cukup Air Putih
Pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi dengan pola 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dua gelas saat sahur).
Dengan hidrasi yang cukup, risiko efek samping kopi bisa diminimalkan.
Baca Juga: Rekomendasi Buah Segar yang Rendah Kadar Gula untuk Membatalkan Puasa
6. Kenali Kondisi Tubuh
Setiap orang memiliki toleransi kafein berbeda.
Jika memiliki riwayat maag, asam lambung, atau gangguan tidur, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis sebelum tetap rutin mengonsumsi kopi saat puasa.
Apabila muncul keluhan seperti nyeri lambung atau jantung berdebar, pertimbangkan untuk menghentikan konsumsi sementara.