ragam

5 Jajanan Tradisional Jawa Tengah yang Mulai Punah dan Langka di Pasaran

Senin, 2 Maret 2026 | 11:30 WIB
Krasikan, disebut juga jenang krasikan, jajanan ini populer di Purworejo, Magelang, Klaten dan Sukoharjo. (blog.tokowahab.com)

Baca Juga: Pejuang Motoran Wajib Baca! Tips Mudik Aman Sampai Kampung Biar Perjalanan Tetap Nyaman dan Selamat

Geblek
Geblek populer di Purworejo dan Kulon Progo tetapi sulit ditemukan di daerah lainnya.

Bentuknya angka delapan. Terbuat dari tepung singkong yang diolah sampai kalis lalu dibentuk.

Setelah itu digoreng sampai kecokelatan. Teksturnya garing di luar tapi empuk di dalam.

Untuk menikmatinya geblek sering ditambah saus kacang.

Baca Juga: Kenali Itikaf: Amalan Ramadan yang Dianjurkan untuk Mendekatkan Diri pada Allah

Capret khas Pekalongan terbuat dari tepung tapioka, kucai, dibumbui gurih. Setelah itu digoreng sampai garing. (cintapekalongan.com )

Capret
Capret terbuat dari tepung tapioka, kucai, dibumbui gurih. Setelah itu digoreng sampai garing.

Teksturnya renyah dan ukurannya yang kecil membuat jajanan dari Pekalongan ini tidak cukup dimakan sedikit.

Selain original, saat ini capret bisa ditambahkan aneka rasa, seperti pedas, bbq, atau balado.

Harganya sangat murah dan bisa untuk camilan atau dibuat jadi lauk pendamping layaknya kerupuk.

Baca Juga: Cara Mudah Sholat Tarawih Mandiri, Tetap Khusyuk di Rumah

Wedang tahu
Asalnya dari semarang, saat ini sudah sulit menemukan wedang tahu, kebanyakan penjualnya sudah tua.

Wedang tahu terbuat dari sari kedelai yang diolah sampai menjadi bubur yang lembut seperti tahu sutra.

Wedang kemudian dicampur dengan kuah jahe dengan cita rasa pedas manis.

Halaman:

Tags

Terkini