Ada pula milia yang muncul dalam jumlah banyak pada area tertentu, meski kondisi tersebut tergolong lebih jarang terjadi dibanding milia biasa.
Baca Juga: Saksikan Langsung Keindahan Air Terjun Alam Kandung di Tulungagung yang Airnya Berwarna Tosca
Cara Mengatasi Milia dengan Aman
Milia sebaiknya tidak dipencet sendiri karena dapat menyebabkan iritasi hingga meninggalkan bekas pada kulit. Berbeda dengan jerawat, milia tidak memiliki “kepala” yang mudah dikeluarkan sehingga penanganannya perlu lebih hati-hati.
Salah satu cara yang dapat membantu mengurangi milia adalah melakukan eksfoliasi secara rutin untuk mengangkat sel kulit mati.
Baca Juga: Rekrutmen BTN Dibuka Sampai 11 Mei 2026, Simak Detailnya
Penggunaan skincare dengan kandungan retinol, AHA, atau asam salisilat juga sering digunakan untuk membantu mempercepat regenerasi kulit.
Selain itu, penting memilih produk perawatan wajah yang ringan dan tidak menyumbat pori-pori. Membersihkan makeup sebelum tidur juga menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan kulit.
Jika milia tidak kunjung hilang atau jumlahnya semakin banyak, konsultasi ke dokter kulit bisa menjadi pilihan terbaik. Dokter biasanya akan melakukan tindakan khusus menggunakan alat steril agar milia dapat diangkat dengan aman.
Baca Juga: Promo Spesial Pengguna Baru DAMRI Apps, Nikmati Diskon 50% untuk Transaksi Pertamamu
Cara Mencegah Milia Datang Kembali
Mencegah milia bisa dimulai dari kebiasaan merawat kulit dengan benar. Membersihkan wajah secara rutin membantu mengurangi penumpukan minyak, kotoran, dan sel kulit mati di permukaan kulit.
Gunakan produk skincare sesuai jenis kulit dan hindari pemakaian krim terlalu tebal, terutama di area sekitar mata. Eksfoliasi ringan secara berkala juga dapat membantu menjaga pori-pori tetap bersih.
Selain itu, penggunaan sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan penting dilakukan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari berlebih. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, risiko munculnya milia dapat diminimalkan. ***