3. Menteng
Nama Menteng lahir karena di kawasan tersebut dulunya adalah hutan yang banyak ditumbuhi pohon buah menteng. Buah ini sudah sulit ditemukan di Jakarta namun bila beruntung di pinggiran Jakarta atau Bogor masih ada.
Kawasan Menteng sendiri berubah jadi daerah pemukiman pada masa Hindia Belanda, sekitar tahun 1912. Awalnya perkampungan lalu berubah jadi berubah jadi perumahan pegawai.
Daerah ini dipilih karena terbilang asri dan memiliki pohon-pohon yang rimbun. Tak heran kalau sampai sekarang masih banyak ditemukan rumah bergaya kolonial di daerah Menteng.
Baca Juga: Hiking di Sekitar Jakarta, Rekomendasi Aktivitas Seru Pengisi Akhir Pekan
4. Kuningan
Kawasan bisnis dan perdagangan ini nama resminya adalah Rasuna Said, tetapi orang lebih akrab menyebutnya sebagai Kuningan. Bukan tanpa alasan namanya mirip dengan nama kota di Jawa Barat.
Dalam riwayatnya, Kuningan berasal dari julukan seorang pangeran yang datang dari Kabupaten Kuningan, wilayah Cirebon. Nama aslinya Adipati Cangkwang.
Dalam kapasitasnya sebagai seorang panglima tentara Kuningan, ia bahu-membahu bersama dengan pasukan Demak dan Cirebon yang dipimpin Fatahillah menaklukkan Sunda Kelapa dari tangan Portugis.
Setelah Sunda Kelapa berhasil ditaklukkan, adipati berikut pasukan dari Kuningan tidak kembali ke kampung asalnya. Mereka tinggal di perkampungan yang sekarang menjadi kawasan kuningan. Umumnya mereka hidup sebagai peternak sapi perah.
Sampai tahun 1950 kawasan Kuningan masih jadi perkampungan dan perlahan tergantikan dengan bangunan pencakar langit.
Baca Juga: Tips Hiking Bagi Pemula, Jangan Lupa Sarapan yang Cukup
5. Karet Tengsin
Pada zaman Hindia Belanda, daerah Karet Tengsin dimiliki orang kaya Tionghoa bernama Tang Teng Sien. Penduduk setempat memangilnya dengan Tengsin.
Saat jalan Karet (dikenal juga dengan nama KH Mas Mansyur) mengalami pelebaran jalan, rumah peninggalan Tang Teng Sien ikut kena gusur, namun namanya tetap digunakan orang sampai sekarang.***