Kabar BUMN - Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) mendukung PT PLN (Persero) dalam mengolah limbah menjadi barang bernilai ekonomis.
PLN berkomitmen untuk meningkatkan pemanfaatan abu sisa pembakaran batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau biasa disebut Fly Ash Bottom Ash (FABA).
Meski tak tergolong dalam bahan berbahaya, saat ini FABA PLN bahkan sudah dimanfaatkan oleh 88 institusi untuk bahan baku konstruksi.
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun KLHK Rosa Vivien Ratnawati, menilai PLN melakukan perjalanan panjang dalam mengelola FABA ini.
Hal ini lantaran sebelum tahun 2021 pengelolaan FABA tidak bisa dilakukan secara komersial.
Akan tetapi, KLHK melihat, dengan berbagai kajian dan uji coba yang telah dilakukan, FABA aman dan justru mampu bermanfaat dalam mendorong sirkular ekonomi.
"Kami paham betul bahwa operasional PLTU menghasilkan FABA yang besar," kata Vivin.
"Namun, dengan pengelolaan yang baik justru kami berharap PLN dapat membuka peluang pemanfaatan FABA lebih luas dan mampu meningkatkan kegiatan sirkular ekonomi di Indonesia," imbuhnya.
Baca Juga: Kantongi Restu dari Pemegang Saham, PT Timah Bagikan Dividen Rp 312 Miliar
Executive Vice President Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan PLN, Komang Parmita menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2021, PLN masif berkolaborasi mengajak segala pihak untuk bisa memanfaatkan FABA ini.
Hingga tahun 2022, sebanyak 88 kerja sama telah dikantongi oleh PLN untuk pemanfaatan FABA ini.
"Kami melakukan kolaborasi, dengan berbagai asosiasi, pemerintah untuk bisa memanfaatkan FABA ini."
Artikel Terkait
Teken Kontrak Baru, Pertamina Internasional EP Perpanjang Kerja Sama dengan Sonatrach dan Repsol
Bikin Kesehatan Mata Menurun, Simak 5 Bahaya Terlalu Sering Menatap Layar HP
Indonesia Gunakan SJI Sebagai Perangkat untuk Menunjukkan Komitmen terhadap Keberlanjutan