Dengan begitu, para petani dan perusahaan akan memperoleh keuntungan baik dari sisi produktivitas maupun penjualan atas produk sawit melalui penerapan praktik budidaya perkebunan berkelanjutan atau sustainable.
“Ini merupakan langkah kita untuk mencapai tujuan lebih luas dalam merangkul dan meningkatkan ekonomi para petani mitra binaan PTPN V,” tuturnya.
Baca Juga: PKS Sei Rokan PTPN V Renovasi SD Negeri Laskar Pelangi
Lebih jauh, selain fokus pada RSPO, PTPN V juga dikenal telah melengkapi dan merealisasikan praktik budidaya sesuai standar karbon internasional atau International Sustainability & Carbon Certification (ISCC).
Ia mengatakan PTPN V merupakan perusahaan perkebunan milik negara pertama yang mengantongi sertifikasi standar Eropa ISCC, sejak 2018 silam.
Saat ini, delapan unit pabrik kelapa sawit (PKS) dan kebun PTPN V telah mengantongi sertifikasi berstandar internasional tersebut.
Baca Juga: Jadi Ajang Seleksi Nasional, 32 Tim Sepak Bola Belia di Riau Rebutkan Piala Direktur PTPN V
Sementara pada 2023 ini, ia menargetkan perusahaan dapat kembali mengantongi dua sertifikasi ISCC lainnya sehingga diharapkan 10 pabrik kelapa sawit dapat mengantongi sertifikasi internasional tersebut.
“Baik ISCC maupun RSPO memberikan keuntungan berupa harga premium untuk produk PTPN V.
"Sejak 2019, perusahaan mendapat keuntungan harga premium dari ISCC. Begitu juga premium price RSPO sejak 2016,” jelasnya.***
Artikel Terkait
Jadi Ajang Seleksi Nasional, 32 Tim Sepak Bola Belia di Riau Rebutkan Piala Direktur PTPN V
PKS Sei Rokan PTPN V Renovasi SD Negeri "Laskar Pelangi"
Kinerja Tertinggi Sepanjang Sejarah Modal Kuat PTPN V Gabung Palm Co
Persentase Plasma PTPN V Terluas di Riau
Geliat Ekonomi Desa Binaan Kebun Tandun PTPN V