Banyak lika-liku, ujian, serta beragam rintangan yang harus dilalui Jalal dan istrinya.
Ia mengisahkan Azizah lahir selayaknya bayi normal pada 2004 silam.
Baca Juga: PTPN V Perkuat Digitalisasi Jelang Pembentukan Palm Co
Namun, memasuki usia 5 tahun, Azizah kecil mengalami sedikit bicara dan kesulitan beraktivitas selayaknya anak-anak normal.
Dia pun tidak dapat mengikuti rangkaian pembelajaran di taman kanak-kanak.
Meski sempat dirundung kesedihan akan kondisi putri keempatnya, Jalal dan Lina tak putus asa.
Baca Juga: Sinergi PTPN V-PTPN XII Kembalikan Legenda
Dia tetap mencari pendidikan terbaik bagi putri mungilnya tersebut. Hingga akhirnya, Azizah diterima dengan baik di Sekolah Luar Biasa Pelita Nusa, Kota Pekanbaru.
Dari sana, bakat Azizah mulai bersinar. Dia terlihat sangat aktif di sekolah.
Ia mengatakan perkembangan positif Azizah di sekolah tak lepas dari lingkungan tempat tinggalnya di perumahan karyawan perusahaan PTPN V unit Sei Pagar yang positif.
Baca Juga: PTPN V Gelar Kegiatan Donor Darah di HUT PMI ke-77
Tidak hanya itu, Jalal juga sangat bersyukur, pimpinan dia tempat bekerja sebagai Mandor Satu Plasma dan Pembelian Kebun Sei Pagar, Kabupaten Kampar memberikan dukungan positif.
Termasuk memberikan ruang dan waktu kepada Jalal untuk antar jemput Azizah dari sekolah yang jaraknya lebih dari 40 kilometer setiap hari.
Sementara itu, Chief Executive Officer PTPN V, Jatmiko Santosa mengaku sangat bangga atas prestasi yang diraih Azizah yang berhasil menjadi juara hingga memperoleh emas perdana bagi bangsa.
Baca Juga: PTPN V bersama PLN Perkuat Proyek Strategis Nasional
Artikel Terkait
PKS Sei Rokan PTPN V Renovasi SD Negeri "Laskar Pelangi"
Kinerja Tertinggi Sepanjang Sejarah Modal Kuat PTPN V Gabung Palm Co
Persentase Plasma PTPN V Terluas di Riau
Geliat Ekonomi Desa Binaan Kebun Tandun PTPN V
Jelang Palm Co, PTPN V Berhasil Kantongi 100 Persen Sertifikasi RSPO