Kabar BUMN - Dihadapkan dengan tantangan transisi energi, PT Pertamina (Persero) berkomitmen untuk terus berinovasi.
PT Pertamina (Persero) terus gencar mengembangkan inovasi berbasis teknologi.
Fungsi Research, Technology, and Innovation (RTI) Pertamina yang berdiri sejak tahun 2017, telah memiliki kapasitas, kapabilitas dan sistem untuk menggerakan segala bentuk inovasi.
RTI milik Pertamina juga sudah berhasil menciptakan nilai hingga USD 14,5 juta atau sekitar Rp 217 Miliar.
Baca Juga: Ramaikan IHRS 2023, PIS Tekankan Pentingnya Transformasi SDM untuk Bisnis Berkelanjutan
Angka tersebut dihasilkan dari produk inovasi RTI yang dikomersilkan.
"Pertamina juga dapat menghasilkan optimisasi biaya (cost optimization) sebesar USD 4,6 juta melalui pendanaan grant hasil kolaborasi bersama dengan mitra, baik dari dalam maupun luar negeri, kata Oki Muraza selaku Senior Vice President RTI Pertamina.
Dengan usaha tersebut ada 49 hak paten yang telah dipegang oleh Pertamina untuk utilisasi.
Selain itu, ada lebih dari 200 program inovasi masih dalam proses penggarapan RTI.
Oki mengatakan banyak inovasi tersebut yang meraih penghargaan.
"Bulan Mei lalu, Dirut Pertamina, Nicke Widyawati mendapat penghargaan sebagai Perempuan Indonesia Pendorong Inovasi pada peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2023 dari Kementerian Hukum dan HAM," ungkap Oki.
Lewat kolaborasi antara fungsi RTI dengan lini usahanya, Pertamina sudah berhasil melakukan penelitian bersama puluhan peneliti dari institusi Intenasional dan nasional.
Baca Juga: Gandeng PPL, Pertamina Patra Niaga Beri Pelatihan Budidaya Ikan dalam Ember kepada Warga Balikpapan
Artikel Terkait
Kalongers Merapat! Kuliner Tengah Malam di Bandung, Mulai dari Masakan Sunda Sampai Surabi
DAMRI Launching Angkutan Bandara Soekarno Hatta - Mega City Bekasi
Melalui 6 Bandara, Angkasa Pura II Sukses Berangkatkan 91.358 Calon Jemaah Haji Indonesia