"Sekarang masih kasat mata saja namun hitungan pasti untuk daya tampungnya akan dilakukan pengukuran echosounding lebih dulu oleh tim dari kantor pusat selepas 28 Juni 2023," ujarnya.
Hermawan menyampaikan bahwa daya tampung Bendungan Sengguruh telah menurun drastic dari kapasitas di awal pembangunannya di tahun 1989 sebesar 21,5 juta meter kubik namun saat ini menurun sampai hampir 1,12 juta meter kubik.
Sengguruh menerima sedimen dengan jumlah yang cukup tinggi setiap tahunnya mencapai 2 juta meter kubik berdasarkan hasil studi terbaru yang kami laksanakan.
Baca Juga: Pertamina Geothermal Energy Sukses Memonetisasi Pendapatan Baru dari Karbon Credit
“Kita harus menjaga elevasi alur sungai agar tetap di bawah profil sedimen yang ditetapkan, supaya aliran air terutama ke PLTA tidak terganggu”, ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai dan sempadan untuk menjaga lingkungan. Bendungan Sengguruh menjadi salah satu penopang dalam sistem Sungai Brantas dan semoga hal ini menjadi kepedulian bersama.***
Artikel Terkait
Perum Jasa Tirta I Gandeng Indra Karya Optimasikan Peran BUMN Sektor SDA
Jasa Tirta I Tebar 50.000 Benih Ikan
PT Jasa Tirta Energi Lagi Buka Loker, Buruan Daftar!
Perkuat Bisnis Energi dan SPAM, Jasa Tirta I Teken MoU dengan Virama Karya
Sinergi BUMN, Jasa Tirta I dan PLN Sebar 100.000 Benih Ikan Nila dan Patin di Waduk Wonogiri