Pada dekade 1980-an, kawasan perairan di Selat Bali memang sempat mengalami kerusakan parah.
Baca Juga: Ini Beberapa Cara Agar Tetap Nyaman Dalam Perjalanan Kereta Api yang Panjang
Denan peningkatan ekosistem terumbu karang dan peningkatan populasi ikan serta biota laut lainnya di perairan tersebut, telah menyedot minat banyak orang untuk menikmati keindahan bawah laut Bangsring.
Peluang itu ditangkap komunitas nelayan Bangsring Underwater untuk memanfaatkan kawasan konservasi terumbu karang seluas 15 hektare tersebut menjadi destinasi wisata dengan konsep edukasi dan konservasi.
Ikhwan Arief selaku pendiri Bangsring Underwater mengatakan hadirnya ekowisata ini membuat para nelayan jadi memilki sumber pemasukan lain selain mencari ikan.
"Ada yang menjadi petugas, ada yang menjadi guide, nahkoda kapal, ada yang membuka warung, dan lainnya," ungkap Ikhwan.
Baca Juga: H-2 Libur Idul Adha 2023, Jasa Marga Catat 182 Ribu Kendaraan Keluar Jabotabek
Untuk mendukung diversifikasi usaha tersebut, Bank Mandiri menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada warga setempat.
Bank Mandiri juga mendukung pengembangan Desa Wisata Bangsring dengan memberikan bantuan tiga fasilitas dalam skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Adapun bantuan fasilitas itu adalah gerbang Desa Wisata Bangsring, dan fasilitas alat bilas untuk wisatawan.
"Berbagai bentuk dukungan untuk Bangsring Underwater ini merupakan langkah Bank Mandiri menjalankan amanat SDGs yang ditetapkan PBB, sekaligus sebagi bentuk komitmen kami melakukan kegiatan yang memperhatikan lingkungan demi keberlanjutan,” tutup Arimbawa.
Artikel Terkait
Kolaborasi BUMN, PLN Siap Pasok Kebutuhan Listrik Pertamina EP Papua
Jangan Sampai Tertinggal! Ini Barang Yang Wajib Ada Dalam Mobil Bila Akan Berlibur Lewat Jalan Darat
BUMN Fest 2023, Kementerian BUMN dan Forum Humas BUMN Ajak Insan BUMN Berkompetisi di Porseni Tahunan