"Adanya inovasi ini juga akan meningkatkan positioning dan citra perusahaan secara global karena Pertamina sudah mampu menghasilkan sebuah produk digital dalam pengolahan data seismik yang dapat bersaing di pasar serta menjadi perusahaan energi pertama di Asia dalam hal tersebut," sambung Faried.
Software CLIRTON diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan dalam program eskplorasi maupun pengembangan lapangan, terutama sebagai quick look solution pada aktivitas merger & acquisition lapangan hulu migas.
Baca Juga: PDC Bukukan Pendapatan Rp2,7 T Sepanjang Tahun 2022
Selain itu, kehadiran software ini diharapkan dapat mengurangi biaya maintenance subsciption perangkat lunak dan keras yang terkait dengan kegiatan pengolahan data seismik.
Sesuai dengan visi PDC untuk menjadi perusahaan penyedia jasa penunjang terbaik dalam industri energi di Indonesia, PDC terus berkomitmen untuk menyediakan pelayanan kepada pelanggan dengan standar keunggulan operasional kelas dunia serta Health, Safety, Security & Environment (HSSE).
Pertamina PDC saat ini memiliki unit usaha Manpower Services, Service Contract, Food and Lodging Services (FLS), Engineering, Procurement and Construction (EPC) dan Horizontal Directional Drilling (HDD), Heavy Transport Equipment (HTE), serta Integrated Chemical Supply.***
Artikel Terkait
PDC Bukukan Pendapatan Rp2,7 T Sepanjang Tahun 2022
Hemat Penggunaan Kertas, PDC Raih Penghargaan APQA 2023
Demi Tingkatkan HSSE & Operation Excellence, Manajemen PDC Lakukan MWT
Pertamina Hulu Mahakam Mendapatkan Penemuan Baru Gas dan Kondesat di Sumur Eksplorasi Adiwarna-1x
Berbagi Kebahagiaan Idul Adha, PDC Bagikan 17 Hewan Kurban kepada Masyarakat