Kabar BUMN - PT Pupuk Indonesia (Persero) punya kabar baik untuk para petani yang berada di lima provinsi Indonesia.
Kini petani di lima provinsi di Indonesia saat ini sudah menebus pupuk bersubsidi hanya dengan membawa KTP ke kios.
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Transformasi Bisnis PT Pupuk Indonesia (Persero), Panji Winanteya Ruky.
Panji menyebutkan Pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN melalui Pupuk Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pertanian, telah mengembangkan digitalisasi kios-kios pupuk.
Baca Juga: Pertagas Raih Penghargaan Internasional AREA Award melalui Program Taman Sidrap
Adapun tujuan dari kerja sama ini adalah ntuk memudahkan pencatatan transaksi, meningkatkan transparansi, mencegah penyimpangan serta menyederhanakan proses penebusan pupuk bersubsidi.
"Dengan digitalisasi ini, petani tinggal datang ke kios pupuk resmi dan menunjukkan KTP. Data-data mengenai alokasi, jenis komoditi dan lain-lain, semua sudah tercatat dalam sistem."
"Mudah tebusnya, tepat sasarannya," kata Panji.
Baca Juga: Ini Yang Harus Dilakukan Agar Lolos Wawancara Magang
Panji mengatakan bahwa sistem ini sudah berjalan di 5 (lima) provinsi.
Digitalisasi kios ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Joko Widodo kepada Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu.
Dimana salah satu arahannya adalah agar memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi melalui digitalisasi.
“Ini adalah bagian dari upaya Pupuk Indonesia meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya dengan membuat penyaluran pupuk menjadi lebih mudah dan tepat sasaran," tutur Panji.
"Hingga 2023, terdapat lima provinsi telah menerapkannya, yaitu Bali, Aceh, Bangka Belitung, Riau, dan Kalimantan Selatan.
Artikel Terkait
Hewan Kurban Senilai Rp947 Juta Telah Disalurkan Petrokimia Gresik kepada Masyarakat Sekitar Perusahaan
Idul Adha 1444 H, SMPT Group Salurkan 60 Ekor Hewan Kurban ke Masyarakat Belawan hingga Makassar
JR Connexion Jadi Layanan Tambahan di DAMRI, Layanan Point to Point Semakin Optimal