Hal ini dikarenakan bendungan ini memiliki kapasitas tampung 17,40 juta m3, selain itu Bendungan Bagong ini juga berfungsi untuk mengurangi debit air Sungai Bagong sebesar 78,44% sekaligus DAS Bagong serta potensi pariwisata.
Bertujuan untuk memenuhi misi ketahanan pangan dan ketahanan air dalam Program Strategis Nasional Pemerintah, Bendungan Bagong ini merupakan bendungan multiguna yang berfungsi sebagai pengendali banjir, sumber air baku, sumber daerah irigasi, sumber pembangkit listrik dan juga pariwisata.
Baca Juga: Gandeng KIP, Brantas Abipraya Bangun Budaya Transparansi Lewat Forum Keterbukaan Informasi Publik
"Brantas Abipraya tentunya akan berkomitmen untuk terus berfokus dalam penyelesaian Bendungan Bagong agar dapat tuntas tepat waktu, tepat biaya, tepat mutu serta kerapihannya tanpa melupakan keutamanan K3.
"Kami optimis adanya bendungan ini nantinya dapat menjadi solusi persoalnya dalam suplai air untuk mendukung ketahanan pangan daerah," tutup Muhammad Toha Fauzi.***
Artikel Terkait
Gandeng KIP, Brantas Abipraya Bangun Budaya Transparansi Lewat Forum Keterbukaan Informasi Publik
Sinergi Brantas Abipraya dan KPPU, Sosialisasikan Persaingan Usaha yang Sehat
Pembangunan Tol Cisumdawu Nihil Kecelakaan, Brantas Abipraya Sabet 2 Penghargaan dari Kemnaker
Peringati Idul Adha, Brantas Abipraya Salurkan Hewan Qurban
Bendungan Budong-Budong, Bendungan Pertama yang Dibangun Brantas Abipraya di Sulbar