Andy menjabarkan, sejak tahun 2018 sampai saat ini, PLN telah menyuplai listrik premium dengan total daya 8,6 Megavolt Ampere (MVA). Hal itu dilakukan untuk menunjang mobilitas tinggi bongkar muat peti kemas guna mendukung roda ekonomi.
Ia melanjutkan, guna memastikan aktivitas bongkar muat berjalan lancar, PLN menyuplai dua penyulang dari dua gardu induk yang menggunakan skema double supply. Sehingga listrik yang disuplai lebih andal, tanpa kedip, dan tanpa asap.
"PLN berkomitmen untuk mendukung program green port yang telah dicanangkan pemerintah dengan melakukan elektrifikasi pada terminal peti kemas dan kami siap menjawab kebutuhan listrik dengan tingkat keandalan yang tinggi. Yang tadinya emisi dan biaya operasional pelanggan tinggi, saat ini jauh lebih rendah," tutup Andy.***
Artikel Terkait
Idul Adha, YBM PLN Salurkan 1.444 Hewan Kurban Ke Seluruh Indonesia
Pasca Gempa Bantul 6,6 SR, PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan dan Bantu Warga Terdampak
Berkat Upaya Lawan Stunting, PLN Nusantara Power Raih Penghargaan Internasional di Bidang CSR
Dorong Perusahaan Domestik Go Global, Menteri BUMN Ajak PLN Kolaborasi dengan Perusahaan Energi China
Loker BUMN: PLN Group Buka Rekrutmen Bagi Fresh Graduate Khusus S1 & S2 Diaspora Tahun 2023, Deadline 17 Juli!