Penurunan emisi juga dihasilkan dari peningkatan efisiensi jaringan transmisi dan pembangkit. Upaya ini mampu mengurangi emisi sebesar 10 juta ton CO2.
Baca Juga: HUT ke-53, Jamkrindo Komitmen Tingkatkan Kinerja dalam Menjembatani Aksesibilitas Finansial UMKM
PLN juga melakukan inovasi dengan memanfaatkan gas buang dari pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) combine cycle untuk menghasilkan listrik tambahan. Upaya ini mampu mengurangi emisi sebsar 7 juta ton Co2
"Kami terus mendorong penggunaan pembangkit EBT. RUPTL (Rencana usaha Penyediaan Tenaga Listrik) 2021-2030 yang telah disusun bersama Pemerintah ini menjadi yang terhijau sepanjang sejarah, di mana 51 persen pembangunan pembangkit akan menggunakan EBT yang ramah lingkungan," ucap Darmawan.
Selain membangun pembangkit EBT baru, PLN juga mengganti teknologi di PLTU yang sebelumnya berteknologi subcritical menjadi PLTU dengan teknologi supercritical dan ultrasupercritical, yang mampu mengurangi emisi sebesar 15,4 juta ton CO2.
Baca Juga: Erik Ten Hag Dapat Tambahan Amunisi di Lini Tengah, Manchester United Resmi Datangkan Mason Mount
PLN terus berkomitmen melakukan transisi energi demi memastikan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
"Ini dilakukan bukan karena adanya perjanjian internasional, tetapi demi memastikan generasi mendatang lebih baik daripada hari ini. We’re doing. Because we do really care," pungkas Darmawan.
Artikel Terkait
Loker BUMN Khusus Lulusan Luar Negeri, PLN Group Open Rekrutmen untuk S1 dan S2 Diaspora
Akselerasi Transisi Energi, PLN Kolaborasi dengan CFA Society Indonesia Garap Sektor Publik dan Privat
Sinergi Pemda dan PLN, Rumah Mbah Ponem yang Rusak Pasca Gempa Bantul Kini Telah Diperbaiki
Dukung Green Tourism, PLN Hadirkan SPKLU Pertama di Kawasan Wisata Pangandaran
Lebih Dekat dengan Sinung Triwulandari, Srikandi PLN Yang Kini Jadi Direksi PT BKI