Medium Tank Harimau adalah produk kendaraan tempur roda rantai produksi PT Pindad bekerja sama dengan FNSS, Industri Pertahanan Turki untuk memenuhi kebutuhan TNI. Sebelumnya, Medium Tank Harimau telah menjalani serangkaian Factory Acceptance Test (FAT) yang dilaksanakan di fasilitas uji FNSS Turki pada 8 – 14 Agustus 2021.
Baca Juga: Lokasi Pelayanan SIM Keliling Jakarta Hari Ini, 6 Juli 2023 di Mana?
Setelah menjalani berbagai rangkaian uji FAT di FNSS Turki, Medium Tank Harimau telah melaksanakan uji tembak kanon kaliber 105 mm pada 24 -25 Februari 2022 di Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) TNI AD Cipatat. Memasuki proses produksi, saat ini 10 unit Batch 1 sudah selesai dan akan mengikuti proses uji serah terima, sementara 8 unit batch 2 sedang dalam tahap proses produksi.
Senjata DMR SPM-1 kaliber 5.56 mm x 45 memiliki desain ergonomic dan masih merupakan bagian dari seri SS-2. DMR SPM-1 ini memiliki jarak tembak efektif sejauh 400 meter jika menggunakan alat bidik mekanik serta 600 meter untuk alat bidik optik. DMR SPM-1 memiliki kecepatan tembakan 720-820 butir/menit, dimana kapasitas magasen standar 20 peluru tetapi dapat digunakan juga dengan kapasitas 30 peluru. Senapan DMR SPM-1 dapat dipasangi peredam suara sehingga tembakan dapat terjadi secara senyap.
Sementara AM-1 merupakan senapan serbu kaliber 5.56 x 45 mm NATO dengan prinsip kerja Gas Operated & Piston. Senapan ini memiliki Panjang laras 14,5 Inchi dilengkapi dengan popor teleskopik yang bisa direntangkan ke belakang (ditarik). Senapan serbu ini memiliki panjang total 881 mm pada keadaan popor terentang penuh dan 797 mm pada kondisi popor posisi normal.
Baca Juga: Kelelahan, Gejala dan Cara Mengatasinya Jika Masih dalam Level Ringan
Sedangkan bobot senapan AM-1 adalah 3,25 kg, tergolong ringan dan memudahkan pengguna untuk mobilisasi dan mengoperasikan senjata. Dari segi desain, AM-1 menggunakan aim lock pada bagian hand guard untuk pengaplikasian aksesoris dan alat optic tambahan. Selain itu, AM-1 memiliki vertical grip untuk memudahkan pengguna dalam mengoperasikan senapan serbu ini.
Turut mendampingi Panglima AB Australia dan Panglima TNI adalah Asisten Intelijen Panglima TNI Laksamana Muda Angkasa Dipua, Wakil Asisten Operasi Panglima TNI Mayor Jenderal Nur Rahmad, Asisten Personil Panglima TNI Marsekal Muda TNI Samsul Rizal, Asisten Logistik Panglima TNI Mayor Jenderal Yustinus Agus Peristiwanto, dan Kepala Pusat Kerjasama Internasional TNI Marsma TNI Firman Dwi Cahyono, beserta jajaran pejabat serta delegasi Australia.***
Artikel Terkait
BNPT Tinjau Kesiapan Sarana Prasarana PT Pindad untuk Pemusnahan Barang Bukti Terorisme
Exit Meeting GCG, BPKP Jawa Barat Kunjungan ke Kantor PT Pindad
Dukung ketahanan energi, 17 unit Pindad Moto EV Turut Berpartisipasi dalam Acara Ev Fun Trip
PT Pindad Laksanakan RUPST Tahun Buku 2022
Kapuskod Kementrian Pertahanan Kunjungi PT Pindad Terkait Kodifikasi Produk Hankam