Kabar BUMN - Pertamina New & Renewable Energy (NRE) sukses meningkatkan pemanfaatan listrik dari energi hijau, khususnya tenaga surya, di lingkungan Pertamina Group.
Adapun peningkatan tersebut sebesar 267 persen pada tahun 2022 dibandingkan kapasitas tahun sebelumnya.
Pertamina Group memiliki aspirasi net zero emission paling lambat tahun 2060 untuk cakupan 1 dan 2.
Target tersebut dicapai melalui dua inisiatif strategis, yaitu melakukan dekarbonisasi terhadap bisnis yang dijalankannya, serta membangun bisnis baru yang lebih ramah lingkungan.
Upaya dekarbonisasi dilakukan salah satunya dengan mengonversi penggunaan listrik berbasis energi fosil dengan energi terbarukan.
Dalam upaya ini Pertamina NRE memegang peran sebagai pelaksana pemasangan PLTS di area-area operasi dan perkantoran Pertamina Group.
Hal tersebut disampaikan oleh Corporate Secretary Pertamina NRE, Dicky Septriadi.
"Pertamina NRE merupakan ujung tombak transisi energi di Pertamina group," ungkap Dicky.
"Pertamina NRE yang fokus di pengembangan energi hijau berkontribusi signifikan terhadap upaya dekarbonisasi yang dilakukan Pertamina, terutama dari aktivitas penyediaan listrik yang berbasis energi." imbuhnya.
Dicky menambahkan bahwa peningkatan kapasitas terpasang yang signifikan hingga April 2023 tersebut tidak terlepas dari komitmen kuat Pertamina dalam menurunkan emisi dari aktivitas bisnis yang dilakukannya.
Baca Juga: Ayo, Berwisata Ke Kebun Teh Kelolaan PTPN 12 di Jawa Timur
Pada akhir tahun 2021 PLTS internal Pertamina grup mencapai 7,8 MWp dan pada akhir tahun 2022 telah mencapai total 28,6 MWp atau naik 267 persen.
Sedangkan penurunan emisi dari PLTS internal pada akhir tahun 2022 mencapai sebesar 7.316 ton setara CO2.
Artikel Terkait
Soft Skill, Apa itu Dan Mengapa Penting Dimiliki Anak Magang?
Link Live Streaming BRI Liga 1 2023/2024 PSS Sleman Vs Persis Solo, Misi Bangkit Laskar Sambernyawa
Berkat Program PMN dari Pemerintah, 3 Desa di Perbatasan RI-Malaysia Kini Bisa Nikmati Listrik 24 Jam dari PLN