Demikian disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dalam sambutannya.
Program ini akan dilaksanakan selama 5 bulan ke depan, dimana peserta akan dikelompokkan berdasarkan kondisi usahanya.
Baca Juga: 15 tahun Pertamina Drilling, Embracing Maturity, Enhancing Competencies
Yakni kelas Go Modern ditujukan bagi para pelaku UMK yang berfokus pada peningkatan kualitas produk dan pemasarannya.
Kemudian kelas Go Digital dan Go Online ditujukan untuk para UMKyang berfokus pada perluasan akses pasar dengan menggunakan online platform.
Serta kelas Go Global ditujukan bagi UMK yang benar-benar siap mengisi pasar dunia melalui kegiatan ekspor.
Baca Juga: Pertamina Ajak Investor Kunjungi Kilang dan Geothermal
Selain itu peserta juga memiliki banyak kesempatan untuk bersinergi dan mendapatkan fasilitas pendukung bisnis lainnya.
Melalui UMK Academy dan Pertapreneur Aggregator diharapkan dapat mencetak UMKM naik kelas, dan terpacu untuk meningkatkan produktivitas, dan mengeksplorasi ide-ide baru, menciptakan inovasi untuk tetap kompetitif, serta meningkatkan kecintaan masyarakat pada produk-produk dalam negeri.
Kegiatan pembinaan UMK melalui program UMK Academy dan Pertapreneur Aggregator ini merupakan bentuk dukungan dalam Implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang juga menjadi bagian dari environment, social and governance (ESG).
Baca Juga: Pertamina Sesuaikan Harga LPG Nonsubsidi Secara Berkala
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, mengatakan UMK Academy merupakan program Pembinaan UMK yang dilakukan secara terstruktur, berjenjang, dan terintegrasi sesuai dengan kebutuhan dan harapan para Mitra Binaan.
Pembinaan UMK juga menyesuaikan dengan tren dan tantangan pasar sesuai komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan UMK yang berkelanjutan sehingga dapat membantu pengembangan UMK secara optimal.
“Kami berharap seluruh UMK dapat menjadi lulusan terbaik di bidangnya masing-masing, terus kreatif dan inovatif serta harus bisa memadukan kebutuhan antara supply dengan demand, dan bagaimana kita bisa melihat potensi market, bahkan kita harus bisa menjadi trend maker,” tutur Fadjar.
Artikel Terkait
Pertamina Ajak Investor Kunjungi Kilang dan Geothermal
15 tahun Pertamina Drilling, Embracing Maturity, Enhancing Competencies
Desa Energi Berdikari Wasteco, Pertamina Hulu Mahakam Konsisten Sulap Sampah Jadi Bahan Bakar
Pertamina Drilling Dianugerahi Penghargaan Atas Penanganan Sumur Ilegal di Keban
Kapasitas PLTS Ditingkatkan 267 Persen, Pertamina NRE Dorong Pemanfaatan Energi Hijau Pertamina Group