Pertamina NRE memiliki 3 pilar strategis.
Pertama solusi karbon rendah seperti gas to power, serta dekarbonisasi melalui konservasi energi dan NBS.
Kedua, pengembangan energi terbarukan seperti energi panas bumi, energi surya, biogas, angin, dan pasang surut air laut.
Baca Juga: Pertamina Investor Day 2023: Kolaborasi Wujudkan Nilai Pasar 100 Miliar USD
Dan ketiga adalah pembangunan bisnis baru di sektor energi seperti baterai dan ekosistem kendaraan listrik, bisnis karbon, serta hidrogen bersih.
“Membangun portofolio bisnis energi bersih adalah fokus utama Pertamina NRE untuk bergerak maju, untuk mendukung dekarbonisasi yang menjadi tujuan Pertamina, Indonesia dan global.
"Aset operasi dan project pipeline pembangkitan listrik Pertamina NRE saat ini mencapai 4,5 GW dengan Potensi Tambahan Kapasitas di Masa Depan,” tutupnya.
Fadjar Djoko Santoso VP Corporate Communication Pertamina menyampaikan bahwa Pertamina terus mendorong pengembangan bisnis green energy di seluruh lini usahanya.
"Pertamina melalui seluruh Subholdingnya berkomitmen untuk mendorong transisi energi dengan terus mengembangkan bisnis baru yang mengutamakan green energy," ungkap Fadjar.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.***
Artikel Terkait
Pertamina Ajak Investor Kunjungi Kilang dan Geothermal
15 tahun Pertamina Drilling, Embracing Maturity, Enhancing Competencies
Desa Energi Berdikari Wasteco, Pertamina Hulu Mahakam Konsisten Sulap Sampah Jadi Bahan Bakar
Pertamina Drilling Dianugerahi Penghargaan Atas Penanganan Sumur Ilegal di Keban
Kapasitas PLTS Ditingkatkan 267 Persen, Pertamina NRE Dorong Pemanfaatan Energi Hijau Pertamina Group