Nama lawang sewu merupakan julukan dalam Bahasa jawa yang berarti Pintu Seribu sebagai penggambaran karena memiliki jumlah pintu sangat banyak, meski jumlahnya tidak sampai seribu.
Saat ini Gedung Lawang Sewu dimanfaatkan sebagai museum yang menyajikan beragam koleksi dari sejarah perkeretaapian di Indonesia. Koleksi yang dipamerkan antara seperti koleksi Alkmaar, mesin Edmonson, Mesin Hitung, Mesin Tik, Replika Lokomotif Uap, Surat Berharga, dan lain-lain.
Lawang Sewu menyajikan proses pemugaran gedung Lawang Sewu yang terdiri dari foto, video, dan material restorasi. Mendekati pintu keluar, terdapat perpustakaan berisikan buku-buku tentang kereta api.
Baca Juga: Jangan Malas Buat Jaga Kebugaran Tubuh, Coba 5 Olahraga Ini di Pagi Hari
Ya, Gedung Lawang Sewu juga dapat disewa untuk kegiatan Pameran, Ruang Pertemuan, Pemotretan, Shooting, Pesta Pernikahan, Festival, Bazar, Pentas Seni, Workshop, dan kegiatan lainnya.
"Jika masyarakat memiliki ketertarikan terhadap kereta api dan ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah perkeretaapian di Indonesia, kunjungilah beberapa museum ini. Pengunjung juga akan merasakan bagaimana kereta api telah memainkan peran penting dalam perjalanan sejarah dan mobilitas di Indonesia," tutup Joni.***
Artikel Terkait
Mengenal Lokomotif Uap KAI yang Masih Aktif
Film Pendek "Pulang" Produksi KAI Menjadi Film Terbaik di Festival Film Pendek TVRI Jawa Barat
Kabar Baik untuk Warga Yogyakarta dan Solo, KAI Commuter Kembali Operasikan 30 Perjalanan
Give Away Film 'Pulang' dari KAI, Yuk Ikutan dan Menangkan Hadiah Voucher Tiket Kereta Api!
KAI Hadirkan Program Umroh Gratis Tahap 2, Tingkatkan Transaksi di Access by KAI