PLN Kantongi Restu dari Komisi VI DPR RI untuk Jalankan Transisi Energi

Photo Author
Unggul Tan, Kabar BUMN
- Jumat, 14 Juli 2023 | 06:01 WIB
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo rapat dengar pendapat dengan Panja Transisi Energi ke Listrik Komisi VI DPR RI Rabu, (12/7 (Dok.PLN)
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo rapat dengar pendapat dengan Panja Transisi Energi ke Listrik Komisi VI DPR RI Rabu, (12/7 (Dok.PLN)

"Selain itu ada juga upaya melakukan pembatalan 13,3 GW PLTU baru yang sebelumnya direncanakan dalam RUPTL, mengganti 1,1 GW PLTU dengan EBT dan 800 MW PLTU dengan pembangkit gas," imbuhnya.

Darmawan menuturkan bahwa sampai dengan tahun 2023, PLN telah berhasil mengurangi sekitar 50 juta ton CO2, dari Business as Usual sebesar 334 juta ton CO2 menjadi 284 juta ton CO2.

Baca Juga: Rayakan HUT Ke 51, Petrokimia Gresik Berbagi Berkah untuk Abang Becak dan Masyarakat Sekitar Perusahaan

Tidak hanya itu saja, pengurangan emisi juga didapatkan dari peningkatan efisiensi jaringan transmisi dan pembangkit.

"Selain pembatalan pembangunan pembangkit PLTU baru, PLN juga mengimplementasikan co-firing di 37 PLTU existing, yaitu dengan penggunaan biomassa yang dibuat dari wood pellet atau sampah sebagai bahan bakar pendamping batu bara."

"PLN mengganti PLTU subcritical dengan teknologi supercritical dan ultra-supercritical sehingga berhasil menurunkan emisi sebesar 15,4 juta ton emisi CO2," ungkap Darmawan.

PLN juga melakukan penandatanganan MoU dengan International Energy Agency (IEA), diikuti dengan FGD antara PLN, IEA, dan Asian Development Bank (ADB).

"MoU antara PLN dengan IEA bertujuan untuk mengakselerasi transisi energi sektor ketenagalistrikan di Indonesia dengan melakukan kajian pendalaman perencanaan sistem tenaga listrik hingga tahun 2030 dan 2040 secara end to end," tandasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Unggul Tan

Tags

Artikel Terkait

Terkini