Sedangkan, Kanggo merupakan startup di bidang on demand services untuk membantu perbaikan bangunan konsumen dengan mudah, cepat dan nyaman melalui satu aplikasi.
Baca Juga: Di Hadapan Ratusan Peserta LPDP, Dirut PLN Gelorakan Semangat Bangun Negeri
Pekerjaan perbaikan bangunan dilakukan oleh tukang terkualifikasi sehingga Kanggo secara aktif membantu para pekerja profesi tukang untuk berkompetisi di era digital.
Senada dengan Kanggo, startup Amoda juga sebuah perusahaan startup di bidang properti dan konstruksi di Indonesia.
Perusahaan rintisan ini membantu kebutuhan pelanggannya di bidang manajemen properti dan konstruksi dimana Amoda menjadi penyedia platform yang mempertemukan demand dan supply untuk pemanfaatan aset-aset komersial, perkantoran bahkan fasilitas publik dan SPKLU di seluruh Indonesia.
Sedangkan Imajin, adalah startup yang bergerak dalam industri manufaktur penyedia platform yang mempertemukan demand dan supply dengan memberikan software as a service dan juga quality assurance, mulai dari desain, pembuatan molds, dies, sampai ke produksi massal untuk pekerjaan logam maupun plastik.***
Artikel Terkait
Pupuk Indonesia Libatkan PLN-ACWA Power Kembangkan Green Hidrogen & Green Amonia di Kawasan Petrokimia Gresik
Jalin 28 Kerja Sama pada EBTKE Conex 2023, PLN Ambil Langkah Agresif dalam Transisi Energi
Menteri ESDM dan PLN Ajak Masyarakat Beralih ke Kendaraan Listrik Lewat Motor Konversi
PLN Kantongi Restu dari Komisi VI DPR RI untuk Jalankan Transisi Energi
PLN dan Kementerian ESDM Teken Kerja Sama Tingkatkan Kapasitas Sumber Daya Manusia