Sedangkan PT Pertamina Geothermal Energy melaksanakan penandatanganan 1 MoU dengan PT Schlumberger Geophysics Nusantara, terkait Enhancing Steam Recovery PGE Working Area 40 MW.
Sementara Fungsi Research Technology and Innovation Pertamina melaksanakan penandatanganan 2 MoU terdiri atas studi penangkapan dan pemanfaatan CO2 di Kilang Balikpapan dengan AirLiquide dan Carbon Capture Utilization and Storage di Area Donggi Matindok bersama dengan Jogmec, Mitsubishi, Panca Amara Utama dan Yayasan LAPI IT.
VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menyampaikan seluruh kerja sama yang dibangun Pertamina dalam event EBTKE ConEx adalah aksi nyata perusahaan untuk konsisten mengembangkan bisnis EBT juga program dekarbonisasi.
"Pertamina terus berupaya menjadi pemimpin dan penggerak dalam transisi energi di Indonesia, dimulai dengan berbagai inisiasi bisnis EBT dan program dekarbonisasi.
Baca Juga: Sustainable Marketing Excellence Award 2023, Pertamina Borong 7 Penghargaan
"Baik yang dilakukan secara mandiri maupun bekerja sama dengan partner strategis" jelas Fadjar.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.***
Artikel Terkait
Sustainable Marketing Excellence Award 2023, Pertamina Borong 7 Penghargaan
Pertamina: MotoGP Pertamina Grand Prix Of Indonesia 2023 Siap Digelar, Nantikan Penyelenggaraannya di Oktober
Eksplorasi Sumber Daya Panas Bumi di Sumatera Selatan, Chevron dan Pertamina Geothermal Energy Berkolaborasi
Green Refinery, Komitmen Kilang Pertamina Capai Target Net Zero Emission
Terus Tindaklanjuti Insiden Plumpang, Pertamina Pastikan Penggantian Harta Benda Warga Terdampak