Berbeda dengan migas konvensional, MNK adalah hidrokarbon yang terbentuk dan terkekang pada batuan reservoir klastik (pecahan batuan dan sisa-sisa kerangka organisme yang telah mati) yang berbutir halus dan permeabilitas (kemampuan bebatuan untuk meloloskan partikel) rendah di dalam zona kematangan yang hanya bernilai ekonomi apabila diproduksikan melalui pengeboran horizontal dengan teknik stimulasi multi-stage hydraulic fracturing.
“Rencana kerja ini merupakan salah satu ikhtiar PHR sebagai perusahaan penopang energi nasional untuk menambah potensi energi bagi negeri,” kata Edwil.***
Artikel Terkait
Magang di BUMN: Pertamina Hulu Rokan Buka Program Magang di Dua Penempatan, Dapat Uang Saku dan Sertifikat
Pertamina Hulu Rokan Gelar Kompetisi PHR Virtual Reality Challenge 2023 untuk Mahasiswa di Indonesia
Perdana, Pertamina Hulu Rokan Berhasil Tajak Sumur Steamflood Penambahan Cadangan Minyak dari Blok Rokan
Wujud Komitmen Jaga Keamanan Kerja, Pertamina Hulu Rokan Gelar Pelatihan Mitigasi Kebakaran dan Kecelakaan
Memasuki Batch Kedua, Pertamina Hulu Rokan Terus Lanjutkan Program Reaktivasi Sumur Idle