Berhasil Lolos Uji Statis, Pertamina Terus Kembangkan Sustainable Aviation Fuel

Photo Author
Unggul Tan, Kabar BUMN
- Sabtu, 29 Juli 2023 | 11:15 WIB
Lolos Uji Statis, Pertamina Lanjut Kembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF). (Dok.Pertamina)
Lolos Uji Statis, Pertamina Lanjut Kembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF). (Dok.Pertamina)

Kabar BUMN - Pertamina akan kembali melajutkan proses pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Pertamina sebagai perusahaan energi nasional terus berkomitmen mengembangkan inovasi bahan bakar ramah lingkungan.

Salah satunya melalui pengembangan SAF untuk pesawat komersil.

Pertamina telah sukses melakukan uji statis SAF pada mesin jet CFM56-7B yang biasa digunakan pada pesawat komersil di fasilitas Test Cell milik GMF Aeroasia.

Baca Juga: Demi Keselamatan dan Kenyamanan Penumpang, KCIC Beri Latihan Khusus untuk Petugas KA Cepat Jakarta-Bandung

Uji coba ini adalah rangkaian pertama untuk memastikan produk SAF layak digunakan untuk pesawat komersil.

Pertamina saat ini sedang berupaya mendorong produk SAF untuk bisa digunakan pada pesawat komersil setelah sebelumnya di tahun 2021 produk SAF telah berhasil menerbangkan pesawat militer berjenis CN 250.

Setelah kesuksesan hasil pengujian statis kali ini, selanjutnya produk SAF akan memasuki tahap pengujian selanjutnya yaitu Uji Ground Round dan Flight Test.

Dalam rangkaian uji coba ini Pertamina juga merangkul beberapa pihak seperti Research & Technology Innovation (RTI), Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan Pertamina Patra Niaga (PPN) bersama dengan Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, ITB, APROBI, BPDPKS, LEMIGAS, BRIN, Garuda Indonesia dan Garuda Facility Maintenance.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlambat, Ini 5 Tanda Waktunya Kamu Harus Mulai Pakai Kacamata

VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menyampaikan bahwa Pertamina memproduksi SAF melalui metode co-processing.

Adapun pengertian dari metode ini adalah memproduksi green-fuel melalui proses pengolahan bahan baku minyak nabati dengan minyak bumi secara bersamaan menjadi green hydrocarbon, dalam hal ini menjadi bioavtur.

Saat ini produksi SAF sendiri dilakukan di RU IV Cilacap.

"Sebagai perusahaan energi Pertamina berusaha untuk terus menjawab tantangan global untuk memproduksi green fuel yaitu dengan memproduksi SAF untuk industri aviasi di Indonesia," kata Fadjar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Unggul Tan

Tags

Artikel Terkait

Terkini