Dengan begitu, kesempatan para distributor untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualannya menjadi semakin besar.
Selain itu, melalui Logee pelaku UMKM dapat mendistribusikan produknya hingga ke ritel dengan menitipkan produknya di tujuh gudang Logee yang tersebar di Pulau Jawa.
Baca Juga: Evaluasi Harga BBM per 1 Agustus, Pertamina Pastikan Pertamax dan Pertamax Green 95 Tidak naik
Berbeda dengan bisnis konsinyasi lainnya, skema konsinyasi yang disuguhkan oleh Logee sudah digital dan dilengkapi dengan dashboard visibility yang menyajikan data secara transparan mengenai status barang sampai titik-titik outlet yang aktif dan nonaktif.
Hal ini membuat pemilik produk dan pemilik toko bisa mendapatkan data yang valid dan realtime.
"Platform Logee membuat para UMKM atau pemilik produk tidak perlu lagi memikirkan infrastruktur penyimpanan barang, membangun tim operasional, maupun memastikan produknya terkirim dengan baik atau tidak," tutup Fajrin.
Artikel Terkait
Kinerja Positif, SIG Catatkan Laba Rp866 Miliar pada Semester I 2023
Beri Sinyal Bertahan di Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Ungkap 2 Misi dari Erick Thohir