Gandeng ABB Sakti Industri, PLN Lewat Haleyora Power Perkuat Jaringan Pengisian Daya Kendaraan Listrik

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 4 Agustus 2023 | 12:00 WIB
Penandatanganan MoU pengembangan penyediaan dan penjualan produk layanan alat pengiisi daya kendaraan istrik oleh PLN dan ABB Sakti Industri di Jakarta, Rabu (2/8/2023). (Dok. PLN)
Penandatanganan MoU pengembangan penyediaan dan penjualan produk layanan alat pengiisi daya kendaraan istrik oleh PLN dan ABB Sakti Industri di Jakarta, Rabu (2/8/2023). (Dok. PLN)

Kabar BUMN - PT PLN (Persero) melalui anak perusahaannya PT Haleyora Power bekerja sama dengan PT ABB Sakti Industri (ABB) dalam memperkuat jaringan pengisian daya kendaraan listrik.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman /Memorandum of Understanding (MoU) antara PLN Haleyora Power dan ABB untuk mengembangkan penyediaan dan penjualan produk layanan alat pengisi daya kendaraan listrik, pada Rabu (2/8/2023) di Jakarta.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, seluruh entitas PLN siap berkolaborasi dengan semua pihak untuk bisa mengembangkan ekosistem EV, salah satunya yang dilakukan dengan ABB.

Baca Juga: Cerita Petugas PLN di Kawasan Istana, Langsung Rasakan Manfaat Positif usai Revitalisasi

Kolaborasi ini bertujuan untuk menggabungkan jaringan yang dimiliki PLN Grup dengan pengetahuan dan keahlian yang dimiliki ABB.

Darmawan mengatakan, ini merupakan langkah nyata PLN untuk mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di tanah air.

“PLN siap mendukung Pemerintah untuk membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Baca Juga: Tingkatkan Tata Kelola dan Sustainability Perusahaan, PLN Gandeng Transparency International Indonesia

"Kita bangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar ekosistem kendaraan listrik bisa semakin masif dan terus tumbuh bak jamur di musim hujan,” kata Darmawan.

Plt Direktur Utama Haleyora Power Isral menjelaskan, kerja sama antara korporasinya dengan ABB meliputi pengembangan produk layanan alat pengisi daya kendaraan listrik melalui kajian komprehensif.

Di antaranya yakni manajemen produk, upskilling dan training, distribusi produk, service center, after sales, serta penyiapan supply chain produk juga dihadirkan dalam kerja sama tersebut.

Baca Juga: Jalin Kerja Sama dengan 6 Startup, PLN Kembangkan Bisnis di Luar Kelistrikan

Isral menambahkan, Haleyora Power menjabarkan Pemerintah juga menargetkan 2,1 juta motor listrik dan 20 ribu kendaraan listrik beroperasi pada 2025.

Karenanya, peningkatan target jumlah kendaraan listrik tersebut harus diikuti dengan infrastruktur pendukung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini