Kabar BUMN - PT PLN (Persero) mengajak masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik seiring menurunnya kualitas udara akibat emisi karbon dari sektor transportasi.
Dengan menggunakan kendaraan listrik, maka ini dapat menjadi alternatif dalam mengurangi polusi sekaligus ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Belakangan, kualitas udara di Jakarta begitu rendah dan ini disebabkan oleh beberapa faktor di mana sektor transportasi menyumbang sebagian besar emisi.
Baca Juga: Simak Jadwal Samsat Keliling Periode Agustus 2023 Khusus untuk Wilayah Semarang
Hal itu disampaikan oleh Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup Sigit Reliantoro.
"Jadi kalau dari segi bahan bakar yang digunakan di DKI Jakarta itu bahan bakar itu adalah sumber emisi, itu adalah dari gas itu 51%, dari minyak itu 49%, dan daribatu bara 0,42%. Kalau dilihat dari sektor-sektornya maka transportasi itu 44%, industri 31%, industri energi manufaktur 10%, perumahan 14% dan komersial 1%," ungkap Sigit.
Kondisi ini diperparah dengan adanya siklus udara kering yang datang dari timur setiap bulan Juni hingga Agustus.
Baca Juga: Cek Update Jadwal SIM Keliling Periode Agustus 2023 Khusus Wilayah Semarang
Berdasarkan data ISPU (Index Standar Pencemaran Udara) Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, pada saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di mana tingkat mobilisasi kendaraan rendah, tercatat bahwa adanya penurunan emisi partikulat (PM10) pada tahun 2020 hingga di angka 29,41 mg/Nm3.
Angka ini kemudian meningkat signifikan sebesar 155 persen atau mencapai angka 75 mg/Nm3 di tahun 2022 di mana PPKM berangsur dilonggarkan.
Hal tersebut menjadi bukti bahwa sektor transportasi berperan dalam menyumbang sebagian besar emisi di Jakarta di mana pada periode yang sama pembangkit-pembangkit listrik tetap beroperasi secara penuh.
Baca Juga: Jangan Dipelihara, Pikiran Negatif Harus Segera Dibuang Sebelum Bercabang-cabang
"Peluang terbesar untuk memperbaiki kualitas (udara) adalah dengan memperbaiki sektor transportasi. Baru kemudian alat pengendali pencemaran dari industri," imbuh Sigit.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menanggapi, PLN mendukung upaya pemerintah mengurangi emisi melalui penggunaan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dengan membangun infrastruktur yang memadai di seluruh daerah.
Artikel Terkait
Berkat Inovasi dan Transformasi Digital, PLN Sukses Tembus 2 Terbaik Daftar Fortune Indonesia 100
Kembali Ukir Prestasi, PLN ICon Plus Borong 2 Penghargaan di Ajang TJSL & CSR Award 2023
Jadi Panelis Diskusi di SBM ITB, Dirut PLN ungkap Rahasia di Balik Kesuksesan Proyek Kelistrikan di Indonesia
Kolaborasi dengan KITB, PLN Icon Plus Siap Wujudkan Kawasan Industri yang Smart, Integrated, dan Sustainable
Kolaborasi dengan JETP, PLN Indonesia Power Siap Akselerasi Transisi Energi