Sinergi BUMN-Swasta: Program Transisi Energi Pertamina Buka Pintu Kerjasama dengan Swasta

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Selasa, 15 Agustus 2023 | 12:00 WIB
Sinergi BUMN-Swasta: Program Transisi Energi Pertamina Buka Pintu Kerjasama dengan Swasta (DOK.PT Pertamina (Persero))
Sinergi BUMN-Swasta: Program Transisi Energi Pertamina Buka Pintu Kerjasama dengan Swasta (DOK.PT Pertamina (Persero))

Kabar BUMN – PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan energi nasional terus mendorong program transisi energi yang saat ini telah menjadi isu global. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina juga berperan penting dalam aspek pengembangan energi hijau dan pengurangan emisi.

Upaya Pertamina tersebut tentunya tidak dapat dilakukan sendiri, butuh kerjasama dengan banyak pihak dan salah satunya perusahaan swasta nasional.

Langkah Pertamina dalam membuka pintu kerjasama dengan pihak swasta diungkapkan langsung oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam Forum Sinergi BUMN - Swasta Kolaborasi untuk Pembangunan Inklusif.

Baca Juga: 17 Agustus 2023, Pesan Tiket Pukul 17.08 s.d 19.45 WIB Secara Online, Dapatkan Promo Tiket DAMRI!

Adapun forum tersebut diselenggarkan di Ritz Carlton Hotel, Jakarta Selatan pada hari Senin (14/08).

Nicke menjelaskan, walaupun bahan bakar fossil masih menjadi mayoritas dari konsumsi energi primer global di tahun 2022 namun berbagai negara sudah bergerak menuju energi hijau dan program dekarbonisasi.

Menurutnya, Indonesia ke depannya memiliki peran kunci karena luas wilayah, lokasi strategis dan sumber daya alamnya yang melimpah.

Baca Juga: 6 Alasan Seseorang Harus Traveling Solo, Paling Tidak Sekali Seumur Hidup

"Indonesia, memiliki potensi yang sangat besar di masa depan. Salah satunya dalam aspek sumber energi baru dan terbarukan (EBT), hal ini bisa menjadi salah satu peluang kita untuk menciptakan bisnis untuk transisi energi kedepan. Salah satunya adalah Indonesia memiliki potensi 400 Giga Tons potential CCUS clusters,” jelas Nicke.

Memahami bahwa potensi tersebut harus segera ditangkap, maka Pertamina melakukan berbagai upaya transisi energi.

Upaya tersebut meliputi pengembangan Bio Energy, Geothermal, Hydrogen, EV Battery & Energy Storage System (ESS), Gasification, Nature Based Solution, Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS), dan Ammonia.

Baca Juga: Tidak Perlu Jauh ke Jepang, Keindahan Bunga Sakura Bisa Disaksikan di Beberapa Tempat di Indonesia

Lebih lanjut, Nicke menjelaskan bahwa untuk menjalankan seluruh program tersebut maka dalam 5 tahun kedepan Pertamina menganggarkan USD 68 Milyar atau sekitar 1.000 triliun dengan komposisi sekitar 43,8% untuk Fossil Fuel, 41,7% untuk Petrochemical dan 14,5% untuk Green Business.

“Dari semua hal ini, kami, Pertamina terbuka untuk bekerjasama dari sisi investasi dengan pihak swasta. Belum lagi jika kita bicara dari segi posisi sebagai supplier, kontraktor dan lainnya, sehingga potensinya sangat besar. Hal ini sejalan dengan tujuan kami BUMN, sebagai lokomotif Industri nasional, dan pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Nicke.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini