Mursyid menegaskan, “Dengan segala kondisi yang dialami perseroan saat ini, kami terus berkomitmen untuk menjalankan operasional sebagaimana mestinya dan tetap fokus untuk menyelesaikan proyek-proyek yang sedang berjalan serta terus melakukan tata kelola yang baik.”
Baca Juga: Waskita Raih Kontrak Baru Proyek Infrastruktur Rp1,3 T, Bangun Jalan Kawasan Inti IKN
Untuk diketahui, Waskita tengah menyusun strategi atas penyelesaian pekerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) terutama proyek jalan tol. Di antaranya, ruas tol Bogor-Ciawi-Sukabumi dan Kayu Agung-Palembang Betung yang rencananya menggunakan dana PMN.
Adapun terkait alasan pembatalan penerimaan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) 2022 sebesar 3 Triliun adalah karena Waskita sedang dalam proses review Master Restructuring Agreement untuk melakukan restrukturisasi struktur keuangannya secara komprehensif.
“Saat ini perseroan sedang dalam diskusi intensif dengan kreditur baik dengan perbankan maupun pemegang obligasi dalam proses review secara komprehensif terhadap skenario modifikasi Master Restructuring Agreement (MRA) sehingga pemberian dana PMN tahun ini belum bisa dilakukan," ungkap Mursyid.
Baca Juga: Dipercaya Pemerintah, Waskita Bangun Sistem SPAM Regional Jatiluhur I Senilai Rp 163 M
Perseroan berkeyakinan, imbuh Mursyid, pemerintah akan tetap membantu dalam rangka percepatan penyelesaian PSN terutama ruas tol Bogor-Ciawi-Sukabumi dan Kayu Agung-Kapal Betung melalui PMN yang saat ini masih dalam kajian.
“Di samping itu, perseroan akan mencari formula yang paling pas untuk kondisi Waskita saat ini,” tutup Mursyid.***
Artikel Terkait
Manajemen Risiko Keuangan Waskita Beton Precast Meningkat Setelah Sukses Transformasi Bisnis
Bersama Waskita, WSBP Komitmen Selesaikan Pembangunan IKN
WSBP Bersama Waskita Karya Siap Totalitas Dukung Penyelesaian Proyek IKN
Menilik Keindahan Masjid-masjid yang Dibangun Waskita
Nilai Kontrak Capai Rp4,33 Triliun, Waskita Dapat Dukungan Penuh Rampungkan Proyek IKN dari Pemerintah Kaltim