Lebih lanjut, Taufik menjelaskan kilang lain yang dimiliki Pertamina. Kilang Balongan yang terletak di Indramayu, Jawa Barat merupakan kilang yang memiliki nilai Nelson Complexity Index (NCI) tertinggi dibandingkan dengan kilang-kilang lainnya.
Baca Juga: Ada Info Jadwal Layanan Samsat Keliling Terbaru di Cimahi Periode Agustus 2023
NCI adalah indeks kompleksitas suatu kilang, di mana semakin tinggi angkanya, maka kilang itu semakin menghasilkan lebih banyak produk berkualitas dengan proses produksi yang lebih efisien.
Saat ini, nilai NCI Kilang Pertamina Balongan adalah 11.9, tertinggi di antara semua kilang Pertamina. Kilang Balongan sendiri setelah dilakukan pengembangan yang telah selesai Februari 2022 lalu memiliki kapasitas sebesar 150 KBPD yg sebelumnya 125 KBPD.
“Kilang Balongan saat ini memproduksi beragam produk, antara lain: Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Solar, Pertamina DEX, LPG, Propylene, Avtur serta produk specialty chemical untuk keperluan industri Gas Oil for Antifoam (GO Foam),” ungkap Taufik.
Baca Juga: Menarik Banyak Perhatian, Angkasa Pura Airports Gelar Acara Peringatan HUT RI di Sejumlah Titik
Pada 2005 di Kilang Balongan dibangun unit KLBB (Kilang Langit Biru Balongan) guna memenuhi ketentuan bahan bakar yang ramah lingkungan bebas timbal.
KLBB mengolah Low Octane Mogas Component (LOMC) dari kilang lain (yang semula harus ditambahkan Timbal/TEL untuk memenuhi spesifikasi produk premium) menjadi produk High Octane Mogas Component (HOMC) untuk dikirimkan ke kilang lain sebagai komponen bensin pengganti TEL.
Taufik mengungkapkan bahwa Kilang Balongan saat ini telah mampu menghasilkan produk Pertamina Dex dengan kandungan Sulfur maksimum 10 ppm yang setara EURO V.
Baca Juga: 19 Agustus 2023, PLN Hadirkan Gelegar PLN Mobile di Surabaya. Pelanggan Setia Siap Siap!
Penurunan emisi SO4 yang dihasilkan dengan peningkatan kualitas sulfur adalah sebesar 0.0255 gram SOx Eq/liter yang sebelumnya sebesar 1.275 gram SOx Eq/liter atau turun hingga 98%.
Selain kedua kilang tersebut, Taufik juga menjelaskan bahwa proyek RDMP Balikpapan yang saat ini sedang dalam progress, di desain untuk meningkatkan kapasitas pengolahan yang semula 260 KBPD menjadi 360 KBPD dengan peningkatan kualitas dari Euro II menjadi setara EURO V yang lebih ramah lingkungan.
KPI terus berupaya untuk turut mendukung penuh pelaksanaan transisi energi dengan menghasilkan produk-produk olahan kilang yang berkualitas dan lebih ramah lingkungan serta berbahan bakar nabati.
Baca Juga: Berkat Terbuka soal Informasi, Elnusa Sabet Penghargaan di Ajang Media Relations Award 2023
Selain itu, KPI juga tengah bersiap untuk serius dalam menjalankan bisnis petrokimia sebagai produk olahan kilang.
Artikel Terkait
Buktikan Komitmen Anti Fraud, Pertamina Patra Niaga Gelar Fraud Prevention Program
Honda Jalin Kerjasama dengan Pertamina dalam Riset Penggunaan Mobil Listrik untuk Kegiatan Komersil
Salut, Pertamina Trans Kontinental Reduksi 74,03 Ton CO2 per Tahun
Pertamina Hulu Indonesia dan Pertamina Hulu Mahakam Sukses Pertahankan Sertifikasi Anti Penyuapan
Dua Perwira Terbaik Pertamina Raih Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI