“Spirit bring the barrel home, footprint Pertamina di sektor hulu untuk meningkatkan produksi, agar bisa diolah di kilang milik Pertamina di dalam negeri,” tambah Nicke.
Tak hanya hulu dan energi baru terbarukan panas bumi, Nicke juga menyebut Pertamina juga memiliki kesempatan ekspansi di berbagai bidang energi dengan adanya kerjasama Government-to-Government (G-to-G) antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kenya. Kerjasama bilateral ini turut membuka peluang investasi dan kerjasama Pertamina di kawasan Afrika.
“Kami mengapresiasi peran Pemerintah, di antaranya Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Luar Negeri, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dalam mendukung upaya ekspansi Pertamina di kancah global,” jelasnya.
Sebelum lawatan tersebut, Pertamina telah memiliki Nota Kesepahaman dengan GUMA, perusahaan energi di Afrika, tentang Aliansi Strategis dalam Proyek-Proyek Potensial di Upstream, Midstream, dan Bisnis Downstream.
Kerjasama tersebut termasuk eksplorasi dan produksi lapangan migas, pengembangan pipa migas, hingga pengembangan kilang minyak dan petrokimia. Selain itu, juga perdagangan produk petroleum Pertamina di Kenya.
Baca Juga: Relawan Bakti BUMN, IDSurvery Genjot Literasi Digital Desa Wisata
“Kami membawa spirit pemerintah, semangat Konferensi Asia-Afrika, Bandung tahun 1955. Kita sekarang kerja sama dalam pengembangan ekonomi. Pertamina sendiri membuka peluang kerja sama sektor upstream hingga downstream, termasuk geothermal di Kenya,” tambah Nicke.
Vice President Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Pertamina membawa beberapa subholding untuk mendalami potensi kerjasama di Afrika.
Kerjasama-kerjasama tersebut diharapkan makin memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mewujudkan peran perusahaan sebagai perusahaan energi global.
Baca Juga: Ingin Melihat Pameran KAWS: Holiday di Candi Prambanan? Berapa Harga Tiket Masuknya?
"Kami terbuka pada semua peluang kerjasama bisnis yang memiliki dampak positif bagi Pertamina dan bagi negara," jelas Fadjar.
Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.***
Artikel Terkait
Peringati Tahun Baru Hijriah, Pertamina Patra Niaga Gelar Tausiah Hadirkan Ustaz Hanan Attaki
Punya Minat di Bidang Fotografi dan Videografi? Yuk Ikutan Balomba Merdeka dari Pertamina Training Consulting
PT Pertamina EP Berhasil Mencapai Target Produksi Migas di Pertengahan Tahun 2023
Komitmen Jaga Ekosistem Hewan Dilindungi, Pertamina Patra Niaga Beri Edukasi Konservasi Penyu
Pertamina Ambil Bagian dari Kunjungan Bersejarah Presiden Jokowi ke Afrika