Secara khusus, Donny Arsal menjelaskan, SIG turut berpartisipasi dalam mengatasi persoalan sampah kota dengan teknologi refuse-derived fuel (RDF) yang mengonversi sampah menjadi sumber energi terbarukan untuk substitusi batu bara.
Baca Juga: Hari Pelanggan Nasional, ASDP Bagi-bagi Paket Sembako dan Merchandise di Pelabuhan Merak
Selain membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah, inovasi dalam pengelolaan sampah ini juga membantu Perusahaan mendapatkan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.
Selain RDF, SIG juga memanfaatkan biomassa yang berasal dari sekam padi, bonggol jagung, cangkang mete, dan cangkang sawit, sebagai bahan bakar alternatif pada proses pembuatan semen.
“SIG berkomitmen untuk menjalankan prinsip keberlanjutan di seluruh proses bisnis dan operasional Perusahaan, mulai dari tahap perencanaan, produksi, pengelolaan limbah, hingga distribusi," ujar Donny.
Baca Juga: Dukung Pemerintah Jaga Inflasi, Pertamina Terapkan Strategi Khusus untuk Jaga Pasokan BBM dan LPG
Ia melanjutkan,"Atas komitmen tersebut, produk-produk SIG telah diakui sebagai produk ramah lingkungan dengan diraihnya Sertifikasi Green Label dari Green Product Council Indonesia (GPCI), sertifikat Ekolabel Swadeklarasi dari KLHK, serta penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian."
Selain itu, Donny menampaikan bahwa pada tahun 2022 satu pabrik SIG berhasil meraih penghargan Proper Emas sementara tujuh pabrik lainnya mendapatkan penghargan Proper Hijau dari KLHK.***
Artikel Terkait
Potensi Pasar Menguat, Pefindo Naikkan Peringkat SIG Jadi idAA+ Positif
Libatkan Relawan Bakti BUMN, SIG Dorong Petani CIF Pasarkan Olahan Hasil Panen Secara Online
Tingkatkan Porsi TKDN, SIG Gunakan Suku Cadang UMKM untuk Substitusi Produk Impor
Beton SIG Jadi Penopang Konstruksi LRT Jabodebek, Ini Keunggulan Produknya
SIG Buka Lowongan Magang Terbaru dengan 19 Posisi, Daftar Melalui Link Ini