Percepat Pembangunan Data Center, Telkom Komitmen Bangun Masa Depan Digital di Kawasan ASEAN

Photo Author
Unggul Tan, Kabar BUMN
- Jumat, 8 September 2023 | 06:30 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) bersama; (dari kiri) Direktur Sales Telkomsel Adiwinahyu Basuki Sigit, Direktur Enterprise & Business Service Telkom FM Venusiana R di sela-sela acara AIPF 2023. (Dok.Telkom)
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) bersama; (dari kiri) Direktur Sales Telkomsel Adiwinahyu Basuki Sigit, Direktur Enterprise & Business Service Telkom FM Venusiana R di sela-sela acara AIPF 2023. (Dok.Telkom)

Kabar BUMN - Untuk mendukung ASEAN sebagai Epicentrum of Growth, Telkom menunjukkan fokusnya dalam memperkuat konektivitas Indonesia dengan mempercepat pengembangan Data Center, Layanan Digital, dan inklusivitas UKM.

Memperkuat digitalisasi dan inklusivitas di Indonesia akan tetap menjadi fokus Telkom Indonesia.

Hal ini merupakan bagian dari dukungan untuk Indonesia sebagai bagian dari ASEAN, Epicentrum of Growth.

Indonesia sendiri memiliki lebih dari 270 juta pengguna internet di tahun 2023 dengan pertumbuhan ekonomi digital yang diproyeksikan akan mencapai USD 130 Miliar pada tahun 2025.

Baca Juga: Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Pengelolaan Tambang MIND ID

Oleh sebab itu, untuk membangun konektivitas yang kuat dan handal, TelkomGroup berfokus pada tiga domain digital, yakni Digital Connectivity, Digital Platform, dan Digital Service.

Pada ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF), flagship event dari KTT ASEAN ke-43,Telkom bertujuan untuk menunjukkan upaya berkelanjutan yang strategis dalam membangun digitalisasi Indonesia.

Upaya tersebut diwujudkan melalui strategi transformasi, Five Bold Moves.

Presiden Indonesia, Joko Widodo sebelumnya mengatakan bahwa ekonomi ASEAN terbukti sudah tahan banting.Baca Juga: Posisi Tidur Terbaik yang Membuat Istirahat Lebih Berkualitas dan Nyenyak Sepanjang Malam

"Di tengah melemahnya perekonomian dunia, perekonomian ASEAN terbukti tangguh dan terus tumbuh melampaui pertumbuhan ekonomi dunia dengan jumlah penduduk mencapai 680 juta jiwa," tutur Joko Widodo.

"ASEAN juga merupakan pasar potensial dengan peluang investasi yang menjanjikan, namun kawasan ASEAN juga tidak luput dari tantangan global."

"Oleh karena itu, adanya ASEAN Indo-Pacific Forum bertujuan untuk mengubah persaingan menjadi kerja sama dan membangun habit kerja sama yang saling menguntungkan tanpa meninggalkan siapapun," sambungnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.

Baca Juga: Lowongan Magang di PT PG Rajawali I, Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian Bisa Melamar untuk Posisi Ini

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Unggul Tan

Tags

Artikel Terkait

Terkini