"Mengingat kebutuhan yang besar, akan sangat baik jika kerja sama ini dapat terjalin dengan langkah ikut mendukung penambahan infrastruktur kendaraan listrik," tutur Darmawan.
Dalam mengajak kemitraan tersebut, PLN mengembangkan model bisnis SPKLU skema franchising dengan biaya investasi lebih terjangkau, komersial dan feasible.
Menurut Darmawan, skema bisnis franchising ini akan menjadi opsi menarik bagi kedua pihak.
Hal ini karena para mitra nantinya akan mendapatkan lebih banyak keuntungan.
"Mitra yang bergabung dalam kemitraan SPKLU PLN akan mendapatkan revenue sharing secara realtime dengan pembagian berbasis komposisi investasi dari masing-masing mitra," papar Darmawan.
"Di mana revenue di SPKLU diperoleh dari total penjualan energi listrik untuk pengisian ulang kendaraan listrik dan tambahan biaya layanan yang dikenakan pengguna untuk pengisian di SPKLU Fast Charging dan Ultra Fast Charging," lanjutnya.
Artikel Terkait
Secantik Padang Savana di Afrika, Ini Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi
Dirut InJourney: Kolaborasi Negara-Negara ASEAN-Indo-Pacific Jadi Kunci Kebangkitan Pariwisata Indonesia
Demi Cegah Stunting, Program Bulog Peduli Sambangi Desa di Kaki Gunung Rinjani